Koleksi Foto Asli Bintang Film Klasik, Film Lama, Film Langka, Film Jadul Hollywood Dilelang

dricebar_e0

Puluhan ribu foto dan negatif film dari koleksi besar foto Hollywood akan dijual selama lelang dua hari di New York bulan depan. Kabar ini diumumkan oleh rumah lelang Guernsey, Senin (25/03).

Koleksi Berita Bintang Film, yang dilakukan juru foto Irving Klaw mulai tahun 1939, mencakup hampir tiga juta poster, negatif film dan foto para bintang.

Mereka yang termasuk di antaranya Marilyn Monroe, James Dean, Rudolph Valentino, Judy Garland, Steve McQueen, Charlie Chaplin, dan Audrey Hepburn.

Kolektor mana yang tak kesengsem dengan keseksian Marylin MonroeKolektor mana yang tak kesengsem dengan keseksian Marylin Monroe

Sekitar 1.900 koleksi foto dan memorabilia film akan dilelang di bawah ketukan palu pada 6-7 April mendatang.

Koleksi Foto Asli Bintang Film Klasik Hollywood Dilelang

Harga pra-penjualan diperkirakan berkisar antara USD 60 100 untuk beberapa foto, atau sampai mencapai USD 10 ribu untuk sepasang sepatu hak tinggi yang dikenakan oleh model Betty Page, yang dikenal sebagai “Queen of Pin-Ups.”

“Ini mungkin salah satu koleksi terbesar di dunia mengenai foto Hollywood,” kata Joanne Grant, penata arsip dan pelelang di Guernsey yang memperkirakan benda-benda itu bernilai jutaan dolar.

“Penjualan ini adalah semua tentang (cetakan) hitam-putih karena sebagian besar tentang Hollywood dari era 20-an, 30-an, dan 40-an, meskipun Marilyn Monroe adalah dari tahun 1950-an,” kata Grant.

Lelang yang akan digelar di The Galeri Arader itu akan menjadi yang pertama kalinya dalam 75 tahun bahwa arsip lama akan dibuka untuk umum, kata Guernsey.

Koleksinya meliputi tanda tangan Movie Star News dan gambar dari latar belakang film THE WIZARD OF OZ, KING KONG, dan THE GODFATHER serta 600 foto Monroe.

Benda-benda ini dijual oleh Stuart Scheinman, rekan-pemilik Entertainment Collectibles yang berbasis di Las Vegas, yang membeli koleksi itu tahun lalu dari Ira Kramer, keponakan Klaw.

Sumber: http://www.kapanlagi.com/showbiz/film/internasional/koleksi-foto-asli-bintang-film-klasik-hollywood-dilelang-6fdcf6.html

====================================================

7 Film Lama, Film Langka, Film Jadul, Film Klasik, Film Lawas yang berdurasi paling panjang di Dunia

Berikut 7 Film Lama, Film Langka, Film Jadul, Film Klasik, Film Lawas yang berdurasi paling panjang di Dunia

7. Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Jadul: Berlin Alexanderplatz (1980)

Stars: Günter Lamprecht, Claus Holm, Hanna Schygulla

http://terselubung.blogspot.com/

Meskipun “Berlin Alexanderplatz” adalah sebuah acara televisi yang memiliki durasi panjang yang ekstrim, itu sebenarnya dapat dkatakan sebuah film, dan merupakan film narasi terpanjang dalam sejarah. Film Lama, Langka ini berlangsung selama 15,5 jam yang mengeksploitasi seorang pria bernama Franz Biberkopf dan daerah Berlin – Alexanderplatz – di mana dia hidup.

6. Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Jadul : 24 Hours Psycho (1993)

 

Artist: Douglas Gordon

Apa itu “24 Hour Psycho”? itu adalah film tentang seorang psycho selama 24 jam yang benar-benar membuat kita menjadi psycho.

5. Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Jadul: **** (1967) aka Four Stars (1967)

film terlama

film terlama

adalah sebuah film eksperimental yang dibuat oleh Andy Warhol yang terdiri dari gulungan film yang tak terhitung jumlahnya. Dengan durasi sepanjang 25 jam, film ini adalah salah satu dari sepuluh film terpanjang dalam sejarah dan mengandung seks grafis, gambar kosong, frame putih bersih dan ledakan musik yang sangat keras.

4. Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Jadul: The Longest Most Meaningless Movie in the World (1970)

 

Ironisnya, dan meskipun film ini berdurasi dua hari, “The Longest Most Meaningless Movie in the World” hanya dapat menjadi kandidat ketiga di daftar sepuluh film terpanjang dalam sejarah. Film yang benar-benar tidak ada artinya ini merupakan kompilasi yang tak ada habisnya dari iklan, berita, dan cuplikan berita saham tahun 70 an. 

3. Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Jadul: The Cure for Insomnia (1987)

Stars: Cosmic Lightning, L.D. Groban, J.T.4

 

 

http://terselubung.blogspot.com/

Direktur John Henry Timmis IV benar-benar memiliki rasa humor. “The Cure for Insomnia,” salah satu dari tujuh film terpanjang dalam sejarah, berjalan “hanya” sekitar 87 jam, atau tiga hari dan lima belas jam, dan terdiri dari penyair yang membaca puisi sepanjang 4000 halaman, diselingi dengan adegan porno dan rock and roll. Benar-benar obat yang ampuh untuk penyakit sulit tidur.

2. Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Jadul: Matrjoschka (2006)

Director: Karin Hoerler

Writer: Karin Hoerler

http://terselubung.blogspot.com/

 

Film Jerman ini benar-benar memberikan pengalaman mengerikan selama 95 menit, tunggu ada yang salah maksudnya adalah 95 jam!! Nah, jika Anda tidak ada kegiatan dalam empat hari film ini dapat menghibur Anda dengan gambar seorang anak naik sepeda dengan background rumah yang bergerak sangat perlahan dan gerakan tersebut sangat lambat sehungga tidak terlihat dengan mata manusia.

1. Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Jadul: Cinématon (1984)

Stars: Madame Mirmant, Fabienne Mulliez, Jacqueline Dubois

http://terselubung.blogspot.com/

Ini adalah film terpanjang dalam sejarah. Berapa lama? Oh, hanya sekitar 150 jam. Dan butuh lebih dari 30 tahun untuk membuat film ini. Film Ini juga terdiri dari tiga bagian sketsa diam selama setengah menit. Apakah ada gunanya? Laporan surat kabar Guardian yang memberikan komentar “terlalu berlebihannya sebuah eksistensi dalam percakapan manusia”

(Sumber)

Berita Film Langka, Film Lama, Film Klasik, Film Jadul, Film Lawas

Aktor Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Jadul, Film Lawas:

Charlie Chaplin

Sir Charles Spencer Chaplin, Jr. KBE (lahir di East Street, Walworth, London, 16 April 1889 – meninggal di Vevey, Swiss, Swiss, 25 Desember 1977 pada umur 88 tahun), atau Charlie Chaplin, adalah aktor komedi Inggris yang merupakan salah satu pemeran film terkenal dalam sejarah Hollywood di era film hitam putih, sekaligus sutradara film yang sukses. Aktingnya di layar perak menjadikan Charlie Chaplin sebagai salah satu artis pantomim dan badut terbaik yang sering dijadikan panutan bagi seniman di bidang yang sama.

Chaplin adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dan paling kreatif di era film bisu. Di dalam film-filmnya, Chaplin dikenal suka merangkap-rangkap, mulai dari peran utama, sutradara, penulis naskah, hingga pengisi ilustrasi musik. Karier di dunia hiburan berlangsung selama 65 tahun, dirintisnya sebagai pemeran cilik di panggung zaman Victoria dan pertunjukan komedi music hall di Inggris, dan terus berkarya hingga sebelum meninggal di usia 88 tahun. Kehidupan Chaplin penuh pasang surut, mulai dari masa kecil yang dibalut kemiskinan, hingga tiba di puncak ketenaran bintang Hollywood sekaligus simbol budaya. Kehidupan pribadinya yang gemerlap mengundang banyak sanjungan sekaligus kontroversi.

Di dalam film-filmnya, Chaplin sering memerankan karakter “The Tramp”, seorang gelandangan berpotongan kumis petak yang memiliki etiket dan martabat seorang bangsawan. Kostum berupa jas kesempitan, celana panjang yang kebesaran, serta ke mana-mana membawa tongkat dan memakai topi tinggi.

Film Lama, Film Langka, Film Jadul, Film Klasik, Film Lawas

Film Lama, Film Langka, Film Jadul, Film Klasik, Film Lawas

Masa kecil

Charlie Chaplin lahir tanggal 16 April 1889 di East Street, daerah pasar yang ramai di Walworth, sebelah selatan kota London. Kedua orang tuanya yang bekerja sebagai artis penghibur pertunjukan komedi music hall bercerai sebelum Chaplin menginjak usia 3 tahun.

Menurut data sensus tahun 1891, Chaplin tinggal bersama kakak dan ibunya yang bernama Hannah di Barlow Street, Walworth. Sewaktu masih kanak-kanak, ibunya mengajak Chaplin tinggal berpindah-pindah di sekitar Kennington Road, kawasan Lambeth, London.

Ayah kandungnya yang bernama Charles Chaplin Senior adalah keturunan orang Roma, seorang peminum dan hanya sekali-kali saja menghubungi putranya. Ketika ibunya sedang sakit, Chaplin sempat dititipkan di rumah sang ayah yang ketika itu tinggal bersama seorang wanita simpanan. Rumah tersebut ada di 287 Kennington Road, dan sekarang terdapat plakat peringatan yang menyatakan Charlie Chaplin pernah tinggal di sana.

Ketika masih berusia 12 tahun, Chaplin ditinggalkan sang ayah untuk selama-lamanya. Chaplin dan kakak sekandung lain bapak yang bernama Sydney Chaplin menjadi tanggung jawab sang ibu, Hannah Chaplin. Malang tidak bisa ditolak, ibu Chaplin menderita Skizofrenia dan akhirnya harus dirawat di rumah sakit jiwa Cane Hill di Coulsdon.

Chaplin terpaksa tinggal di rumah penampungan orang miskin, bekerja untuk imbalan makan dan tempat berteduh di kawasan Lambeth, London. Setelah tinggal di sana beberapa minggu, Chaplin dimasukkan sekolah asrama penampungan anak terlantar bernama Central London District School di Hanwell.

Kakak-beradik Chaplin berjuang bahu-membahu agar bisa bertahan hidup. Chaplin bersaudara tertarik tampil dalam pertunjukan komedi Music Hall di usia yang sangat dini, dan ternyata keduanya memiliki bakat akting alami. Masa kecil Chaplin yang dikungkung kemelaratan nantinya sangat berpengaruh terhadap karakter yang diperankan dan tema film yang dibuatnya.

Tanpa diketahui Chaplin bersaudara, sang ibu ternyata masih memiliki seorang putra bernama Wheeler Dryden yang dibesarkan ayah kandungnya di luar negeri. Wheeler Dryden, adik sekandung Chaplin ini nantinya bergabung dengan Chaplin bersaudara, dan bekerja untuk studio Chaplin di Hollywood.

Pada tahun 1928, ibu Chaplin wafat di Hollywood, setelah 7 tahun tinggal di Amerika Serikat atas ajakan ketiga putranya yang sudah sukses.

Dunia panggung

Chaplin pertama kali naik panggung pada tahun 1894 sewaktu masih berusia 5 tahun. Tanpa persiapan sebelumnya, di sebuah teater di Aldershot, Chaplin secara mendadak diminta menggantikan ibunya. Sewaktu masih kecil, Chaplin sakit keras dan harus berbaring di tempat tidur selama berminggu-minggu. Di malam hari, ibunya duduk di bingkai jendela, bercerita sambil mendramatisasi kejadian pada hari itu. Chaplin pertama kali naik panggung dengan mendapatkan bayaran setelah bergabung dengan kelompok penari The Eight Lancashire Lads yang mementaskan pertunjukan music halls di Britania. Pada tahun 1900, berkat bantuan Sydney (kakak sekandungnya), Chaplin yang waktu itu berusia 11 tahun mendapat peran sebagai kucing jenaka dalam pantomim Cinderella di London Hippodrome. Pada tahun 1903, Chaplin tampil dalam Jim: A Romance of Cockayne, diikuti peran rutinnya sebagai Billy anak pengantar koran dalam Sherlock Holmes yang terus dijalani hingga tahun 1906. Chaplin tampil berikutnya dalam acara variety Casey’s Court Circus, dan tahun berikutnya sebagai badut dalam kelompok komedi slapstik Fun Factory di bawah asuhan Fred Karno.

Pertunjukan di Amerika

Chaplin pertama kali ke Amerika mengikuti pertunjukan keliling kelompok asuhan Fred Karno dari tahun 1910 hingga 1912. Setelah balik ke Inggris dan berada di sana selama 5 bulan, Chaplin kembali berangkat ke Amerika dan tiba di sana tanggal 2 Oktober 1912. Kedatangan Chaplin yang kedua di Amerika juga masih bersama kelompok Fred Karno. Arthur Stanley Jefferson yang kemudian dikenal sebagai Stan Laurel turut serta dalam rombongan dan menjadi teman sekamar Chaplin di asrama. Laurel akhirnya pulang ke Inggris, tapi Chaplin tetap bertahan di Amerika. Di akhir tahun 1913, produser film Mack Sennett terkesan dengan akting Chaplin yang waktu itu sedang bermain untuk rombongan Karno. Sennet mengontrak Chaplin yang setuju untuk bermain dalam film-film yang diproduksi studio Keystone Film. Film pendek Making a Living, komedi satu reel yang dirilis 2 Februari 1914 merupakan penampilan pertama Chaplin di layar perak.

Perintis dunia sinema

Kid Auto Races in Venice (1914). Film kedua Chaplin dan debutnya dengan kostum Tramp

Film-film awal Chaplin diproduksi pada tahun 1914 di Keystone Studios yang merupakan tempat Chaplin belajar teknik pembuatan film, sekaligus mengembangkan karakter Tramp. Chaplin pertama kali memperkenalkan karakter Tramp kepada publik melalui film keduanya, Kid Auto Races at Venice (diedarkan 7 Februari 1914) dan film ketiganya Mabel’s Strange Predicament (9 Januari 1914).

Di akhir kontrak dengan Keystone, Chaplin sudah bisa menyutradarai dan menyunting sendiri film-film pendek yang dibuatnya. Film-film tersebut ternyata sukses besar. Pada tahun 1915, Chaplin menyetujui kontrak satu tahun dengan studio Essanay. Setelah itu, kontrak bernilai besar untuk selusin film komedi tipe dua reel disepakati Chaplin dengan studio Mutual Film pada tahun 1916. Studio memberinya kebebasan artistik yang nyaris tanpa batas. Dalam dalam jangka waktu 18 bulan, Chaplin berhasil menyelesaikan 12 judul film. Film-film ini nantinya berhasil menjadi film komedi klasik dan tetap masih bisa menghibur hingga sekarang. Di kemudian hari, Chaplin mengenang masa bersama studio Mutual sebagai periode paling membahagiakan dalam kariernya.

Studio Charlie Chaplin (tahun 1922)

Setelah kontrak dengan studio Mutual habis pada tahun 1917, Chaplin menandatangani kontrak produksi 8 film tipe dua reel dengan studio First National. Selain pembiayaan dan distribusi film-film (1918-1923) yang ditanggung studio First National, kebebasan artistik seluruhnya berada di tangan Chaplin. Dengan kebebasan berkreasi ada di tangan, Chaplin membangun studio Hollywood sendiri. Pada periode ini tercipta film-film Chaplin yang tak lekang dimakan waktu, dan masih bisa dijadikan panutan bagi pembuat film yang lain. Film-film yang diproduksi Chaplin bersama First National berupa film komedi dengan masa putar singkat, misalnya: A Dog’s Life (1918) dan Pay Day (1922), ditambah film dengan masa putar lebih panjang, misalnya: Shoulder Arms (1918), dan The Pilgrim (1923). Film Chaplin asal periode ini dengan masa putar standar dan berhasil menjadi klasik adalah The Kid (1921).

Pada tahun 1919, Chaplin mendirikan distributor film United Artists bersama-sama Mary Pickford, Douglas Fairbanks, dan D. W. Griffith. Mereka berempat berusaha melepaskan diri dari sistem monopoli yang dipegang distributor film dan pemilik modal di Hollywood. Usaha ini berhasil, dan kemandirian Chaplin sebagai pembuat film tetap terjamin berkat adanya kendali penuh atas film yang diproduksi di studio milik sendiri. Nama Chaplin terus tercatat sebagai anggota dewan direktur UA hingga pada awal tahun 1950-an.

Seluruh film Chaplin yang diedarkan United Artists bermasa putar standar, dimulai dari A Woman of Paris (1923), diikuti film The Gold Rush (1925) yang nantinya menjadi klasik, dan diakhiri dengan The Circus (1928).

Film-film bisu yang hingga sekarang dianggap sebagai karya terbesarnya, City Lights (1931) dan Modern Times (1936) justru dibuat Chaplin ketika dunia sinema sudah mengenal film bersuara. Di kedua film tersebut, Chaplin mengerjakan sendiri efek suara dan ilustrasi musik. Film City Lights mungkin berisi keseimbangan sempurna antara komedi dan sentimentalitas ala Chaplin. Adegan terakhir film City Lights dipuji kritikus James Agee yang berkomentar di majalah Life tahun 1949 sebagai: “sepotong akting paling hebat yang pernah direkam seluloid”.

Film bersuara karya Chaplin yang dibuat di Hollywood adalah: The Great Dictator (1940), Monsieur Verdoux (1947), dan Limelight (1952).

Film “Modern Times” (1936), Chaplin sedang makan dilayani mesin.

Walaupun pembuat film lain sudah beralih pada film bersuara, Chaplin bertahan untuk tidak ikut-ikutan. Film bersuara sudah dikenal sejak tahun 1927, tapi Chaplin terus bertahan dengan film-film bisu selama dekade 1930-an. Film Modern Times (1936) adalah film bisu, tapi memperdengarkan dialog yang keluar dari benda-benda mati, seperti radio atau pesawat televisi. Chaplin memang sengaja membuatnya seperti itu untuk membantu penonton film pada tahun 1930-an yang tidak lagi terbiasa melihat film bisu. Film Modern Times sekaligus film pertama yang memperdengarkan suara Chaplin (pada lagu yang dipasang di akhir film). Walaupun demikian, film ini masih dianggap film bisu oleh sebagian penonton, sekaligus akhir dari era film bisu karya Chaplin.

Chaplin dikenal sebagai artis serba bisa, koreografi film Limelight (1952) dikerjakannya sendiri, begitu pula lagu latar film The Circus (1928). Lagu berjudul “Smile” merupakan ciptaan Chaplin yang paling terkenal di antara semua lagu yang pernah ditulisnya. Ditulis untuk film “Modern Times”, lagu “Smile” diberi tambahan lirik untuk dinyanyikan Nat King Cole sewaktu ingin diedarkan kembali pada tahun 1950-an. Lagu “This Is My Song” dari film terakhir Chaplin, “A Countess From Hong Kong” berhasil menjadi hit dalam berbagai bahasa pada tahun 1960-an (terutama versi Petula Clark). Film Limelight berisi lagu tema berjudul “Eternally” yang berhasil menjadi hit pada tahun 1950-an.

Ilustrasi musik untuk film Limelight yang dikerjakan Chaplin mendapat nominasi Academy Awards pada tahun 1972. Hal ini dimungkinkan karena pertunjukan perdana di Los Angeles tertunda selama dua dekade.

Chaplin dan Jackie Coogan dalam film The Kid (1921)

Academy Awards

Chaplin memenangkan 2 penghargaan kehormatan Academy Awards. Waktu itu belum ada prosedur audit pemungutan suara, dan penghargaan Oscar yang pertama dibagi-bagikan pada 16 Mei 1929 berdasarkan pembagian kategori yang sangat luwes. Chaplin mulanya dinominasikan sebagai Aktor Terbaik dan Sutradara Komedi Terbaik untuk karyanya The Circus, tapi namanya ditarik kembali dan dewan Academy justru memutuskan untuk memberi penghargaan istimewa untuk “kegeniusan, kemampuan serba bisa dalam akting, penulisan, penyutradaraan, dan produksi film The Circus“. Film lain yang menerima penghargaan istimewa pada tahun itu adalah The Jazz Singer.

Penghargaan kehormatan yang kedua dari Academy diterima Chaplin 44 tahun kemudian pada tahun 1972. Chaplin menerima penghargaan atas “pengaruh tak terhingga yang dibuatnya dan menjadikan film sebagai bentuk seni abad ini”. Chaplin keluar dari pengasingannya untuk menerima penghargaan ini. Setelah Chaplin menerima penghargaan, para hadirin berdiri memberikan sambutan tepuk tangan selama 5 menit penuh yang hingga sekarang tercatat sebagai standing ovation terlama sepanjang sejarah Academy Award.

Chaplin juga pernah masuk nominasi sebagai penerima penghargaan Academy untuk Aktor Terbaik, Skenario Asli Terbaik, dan Film Terbaik untuk karyanya The Great Dictator, tapi gagal. Film Monsieur Verdoux (1947) juga pernah dicalonkan sebagai Skenario Asli Terbaik, namun lagi-lagi gagal meraih penghargaan. Sewaktu masih aktif sebagai pembuat film, Chaplin pernah menyatakan ketidakpuasannya pada Academy Awards. Putranya yang bernama Charles Jr. bercerita tentang tindakan Chaplin menjadikan penghargaan Oscar yang diterimanya pada tahun 1929 sebagai pengganjal pintu yang menjadi sebab kemarahan dewan Academy pada tahun 1930-an. Hal ini mungkin menjadi alasan film City Lights sama sekali tidak pernah masuk nominasi, padahal berbagai hasil jajak pendapat sepakat film ini sebagai salah satu film terbesar dalam sejarah layar perak.

Di usia lanjut, Chaplin pernah memperoleh Academy Award yang didapatnya dari hasil kompetisi dan bukan secara kehormatan. Pada tahun 1973, film Limelight (1952) mendapat penghargaan Oscar untuk Academy Award untuk Ilustrasi Musik Asli (Best Music in an Original Dramatic Score). Chaplin membintangi film ini bersama Claire Bloom, serta tampil secara cameo bersama Buster Keaton yang merupakan satu-satunya penampilan kedua komedian terbesar dalam satu film. Setelah film selesai diproduksi, kecenderungan politik yang dianut Chaplin menyebabkan film Limelight tidak jadi diputar di Los Angeles. Pemutaran di Amerika Serikat baru berlangsung pada tahun 1972, sehingga film ini walaupun diproduksi tahun 1952 berhak masuk nominasi.

Karya terakhir

Dua film terakhir Chaplin dibuat di London: A King in New York (1957) yang dibintanginya sendiri (sekaligus penulis skenario dan sutradara), dan A Countess from Hong Kong (1967) dengan bintang Sophia Loren dan Marlon Brando. Film A Countess from Hong Kong merupakan penampilan Chaplin yang terakhir, tampil singkat secara cameo sebagai awak kapal yang sedang mabuk laut.

Dalam otobiografi berjudul My Life in Pictures terbitan tahun 1974, Chaplin menuturkan bahwa dirinya sudah menulis skenario untuk dibintangi Victoria, putri terkecilnya. Kalau skenario yang diberinya judul The Freak jadi diproduksi, Victoria akan diberi peran sebagai bidadari. Menurut Chaplin, skenario film ini sudah selesai dan latihan praproduksi sudah dimulai (buku ini memuat foto Victoria lengkap dengan kostumnya), tapi produksi dihentikan karena Victoria menikah. Chaplin menambahkan, “Kapan-kapan, pasti aku buat.” Kesehatan Chaplin terus menurun pada tahun 1970-an, dan meninggal sebelum angan-angannya terwujud.

Salah satu karya yang diketahui sebagai karya terakhir Chaplin adalah ilustrasi musik yang ditulisnya untuk memperbarui A Woman of Paris, karyanya yang kurang sukses pada tahun 1923.

Dikelilingi wanita

Charlie Chaplin dan Paulette Goddard dalam film Modern Times (1936). Penampilan terakhir di layar perak bagi karakter Tramp.

Chaplin dikelilingi banyak wanita yang berpengaruh penting dalam hidup dan kariernya. Charlie Chaplin pernah dua kali berlibur di Hindia-Belanda bersama pacarnya. Ia menginap di Grand Hotel Ngamplang di Kecamatan Cilawu, Garut, Jawa Barat. Kunjungan pertama Chaplin ditemani aktris Mary Pickford pada tahun 1927. Kunjungan kedua bersama Paulette Goddard pada tahun 1935.[1] Di Bandung, Chaplin pernah menginap di Hotel Homann ditemani Mary Pickford.[2]

Hetty Kelly

Cinta pertamanya adalah pada Hetty, penari yang ditemuinya di London ketika Hetty masih berusia 15 tahun dan Chaplin 19 tahun. Chaplin tergila-gila dan melamarnya, tapi ditolak. Chaplin memutuskan keduanya untuk tidak saling berjumpa lagi, walaupun keputusan ini membuat hatinya hancur. Hetty tewas menjadi korban epidemi influenza tahun 1918.

Edna Purviance

Chaplin dan aktris lawan main tetapnya, Edna Purviance terlibat hubungan asmara sewaktu memproduksi film-film di studio Essanay dan Mutual dari tahun 1916 hingga 1917. Hubungan mereka tampaknya putus pada tahun 1918, dan keduanya tidak mungkin rujuk sebab Chaplin menikah dengan Mildred Harris pada akhir tahun yang sama. Edna terus berperan sebagai peran utama wanita di film-film Chaplin sampai tahun 1923, dan terus menerima gaji dari Chaplin hingga wafat tahun 1958.

Mildred Harris

Mildred yang berusia 16 tahun menikah dengan Chaplin yang sudah berusia 29 tahun pada 23 Oktober 1918. Pernikahan ini akibat Mildred yang masih di bawah umur mengira dirinya sudah hamil. Di antara keduanya lahir Norman Spencer Chaplin (dikenal sebagai “The Little Mouse”) yang meninggal sewaktu masih kecil. Chaplin dan Mildred bercerai tahun 1920.

Pola Negri

Dari tahun 1922–1923, Chaplin terlibat hubungan dengan aktris Pola Negri yang baru datang dari Polandia untuk memulai karier di Hollywood. Hubungan mereka berdua sangat unik, dan tidak seperti biasanya Chaplin mau terang-terangan membeberkan hubungannya dengan wanita di muka publik. Penulis biografi Chaplin sebagian berpendapat hubungan Chaplin dan Pola adalah semata-mata untuk publisitas.

Lita Grey

Di usia 35, Chaplin berhubungan dengan Lita Grey yang berusia 16 tahun sewaktu persiapan film The Gold Rush. Setelah Lita hamil, mereka menikah tanggal 26 November 1924. Perkawinan menghasilkan 2 anak, aktor Charles Chaplin Jr. (1925–1968) dan Sydney Earle Chaplin (1926–). Perkawinan ini menjadi bencana karena keduanya tidak saling cocok. Chaplin dan Lita bercerai tahun 1928, dan menerima uang tunjangan perceraian yang jumlahnya memecahkan rekor pada saat itu. Chaplin harus membayar 825.000 dolar AS kepada bekas istrinya, ditambah 1 juta dolar AS untuk mengurus perkara ini. Perceraian ini begitu sensasional hingga membuatnya stres, dan diduga sebagai penyebab memutihnya rambut Chaplin. Penulis biografi Chaplin, Joyce Milton menulis dalam buku Tramp: The Life Of Charlie Chaplin.

May Reeves

May mulanya diterima bekerja sebagai sekretaris pribadi untuk menemani Chaplin dalam perjalanan panjang ke Eropa (1931-1932). Tugas May nantinya membacakan surat-surat pribadi yang ditujukan kepada Chaplin, tapi baru sepagian bekerja, May dipertemukan dengan Chaplin yang langsung jatuh cinta. Keduanya menjadi sangat lengket hingga Syd kakak Chaplin jadi sebal. Setelah Syd ikut terlibat asmara May, hubungan cinta segitiga ini berakhir dan May keluar dari rombongan Chaplin. Reeves mengisahkan hubungan singkatnya dengan Chaplin dalam buku The Intimate Charlie Chaplin.

Paulette Goddard

Chaplin terlibat hubungan asmara sekaligus hubungan kerja dengan aktris Paulette Goddard dari tahun 1932-1940. Pada waktu itu, Goddard tinggal di rumah kediaman Chaplin di Beverly Hills. Chaplin “menemukan” bakat Goddard dan memberikannya peran utama wanita untuk film Modern Times dan The Great Dictator. Status pernikahan dengan Chaplin yang tidak mau dijelaskan Goddard membuat namanya dicoret dari calon pemeran Scarlett O’Hara untuk film Gone with the Wind. Setelah berpisah pada tahun 1940, Chaplin dan Goddard mengaku keduanya pernah menikah diam-diam pada tahun 1936. Pengakuan ini kemungkinan dibuat untuk mencegah rusaknya karier Goddard, karena secara pribadi Chaplin pernah mengaku tidak menikahi Goddard secara resmi. Chaplin membayar sejumlah tunjangan perceraian untuk Goddard setelah perkawinan secara hukum adat di antara keduanya berakhir damai pada tahun 1942.

Joan Berry

Chaplin sempat sebentar terlibat hubungan asmara dengan aktris Joan Berry pada tahun 1942. Chaplin ingin memasangnya sebagai peran utama wanita dalam film yang akan diproduksi. Hubungan mereka berakhir setelah Joan mulai menunjukkan gejala sakit jiwa. Keterlibatan singkat Chaplin dengan Joan nantinya banyak membuat repot. Setelah melahirkan anak pada tahun 1943, Joan menuntut Chaplin untuk bertanggung jawab. Walaupun tes darah menunjukkan anak yang dilahirkan Joan bukanlah anak Chaplin, pengadilan tidak menerima tes darah tersebut sebagai bukti. Chaplin diperintahkan membayar dukungan finansial bagi anak Joan.

Oona O’Neill

Sewaktu berperkara dengan Joan Berry, Chaplin bertemu dengan Oona O’Neill, putri Eugene O’Neill, dan menikahinya tanggal 16 Juni 1943. Chaplin di usianya yang ke 54, sedangkan Oona baru 17 tahun. Setelah perkawinan berlangsung, ayah Oona sampai meninggal dunia tidak pernah menghubungi atau mau dihubungi putrinya. Chaplin dan Oona ternyata saling akur, Oona merindukan cinta laki-laki dengan sosok kebapakan, sebaliknya Chaplin haus kesetiaan seorang wanita muda. Perkawinan ini sekaligus digunakan Chaplin untuk mengangkat popularitasnya di mata publik yang mulai menurun. Pernikahan dikaruniai 8 anak, berlangsung lama dan bahagia. Putra Chaplin dari Oona ada 3 orang: Christopher, Eugene, dan Michael Chaplin, serta 5 putri: Geraldine, Josephine, Jane, Victoria, dan Annette-Emilie Chaplin.

Gelar ksatria

Chaplin menerima gelar Knight Commander of the British Empire (KBE) dari Ratu Elizabeth II pada 4 Maret 1975. Nama Chaplin pertama kali diusulkan sebagai penerima pada tahun 1931, dan masuk dalam daftar calon untuk yang kedua kali pada tahun 1956, tapi diveto pemerintah Konservatif yang tidak ingin merusak hubungan dengan Amerika Serikat di tengah ketegangan Perang Dingin dan Krisis Terusan Suez.

Tutup usia

Chaplin wafat di usia 88 tahun dalam tidurnya pada Hari Natal tahun 1977, di Vevey, Swiss. Chaplin dimakamkan di Pekuburan Corsier-Sur-Vevey di Corsier-sur-Vevey, Kanton Vaud, tapi makamnya dipindah di dekat Danau Jenewa setelah pernah dicuri sekelompok orang.

Filmografi

Tanggal rilis ditulis di dalam tanda kurung

Keystone Studios
(*) tidak ditulis/disutradarai Charlie Chaplin
1914

Essanay
1915

1916

1918

  • 50. Triple Trouble (disusun 2 tahun setelah Chaplin keluar dari studio Essanay dari karya Chaplin yang belum selesai)

Lain-lain:

Mutual Film
1916

1917

First National
1918

1919

1920

1922

1923

United Artists
1923

1925

1928

1931

1936

1940

1947

1952

Produksi yang lain
1957

1959

  • 81. The Chaplin Revue (1 September) (Kumpulan film pendek sewaktu dikontrak studio First National: A Dog’s Life, Shoulder Arms, dan The Pilgrim yang disunting Chaplin menjadi film bermasa putar standar).

1967

(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Charlie_Chaplin)

Bintang4

Corat Coret Aktor Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Jadul, Film Lawas:

Elvis Presley

Awal hidup dan karier

Elvis Aaron Presley (8 Januari 193516 Agustus 1977) adalah seorang penyanyi rock ‘n’ roll legendaris dan terpopuler yang berasal dari Amerika Serikat. Penyanyi sekaligus musisi ternama ini merupakan icon ternama dan terpopuler di dunia musik. Ia juga adalah seorang produser musik dan aktor. Julukannya adalah “Raja Rock ‘n’ Roll”. Berkat lagu-lagunya yang memadukan irama rock ‘n’ roll dengan lagu-lagu ballad, dunia rock ‘n’ roll memperoleh fondasi komersial yang selanjutnya dapat dikembangkan musisi rock ‘n’ roll penerusnya. Pada masa kejayaannya, konser-konser Elvis dihadiri massa (kebanyakan remaja) dalam jumlah yang sangat besar. Gaya, sifat, serta cara berpakaiannya menjadi simbol bagi musik rock ‘n’ roll dan banyak ditiru penggemarnya.

Lahir di East Tupelo, Mississippi, dari pasangan Vernon Presley dan Gladys Love Smith, Elvis tumbuh besar di Memphis, Tennessee. Ia mulai bermain gitar dan bermain di beberapa acara di pusat-pusat perbelanjaan. Elvis yang berusia 10 tahun menyanyikan lagu country Old Sheep. Saat duduk di bangku sekolah menengah, ia bekerja menjadi sopir truk bagi sebuah perusahaan listrik.

Pada musim panas pada tahun 1953, Elvis membayar $4 untuk merekam dua buah lagu di perusahaan rekaman Sun Studios sebagai hadiah ulang tahun bagi ibunya. Pendiri Sun, Sam Phillips, tertarik pada suaranya dan memanggilnya pada Juni 1954 untuk mengisi posisi penyanyi ballad yang sedang kosong. Sesi rekaman tersebut, yang dilakukan bersama dua musisi setempat, Scotty Moore dan Bill Black, awalnya tidak produktif, namun saat sedang istirahat dalam sebuah sesi rekaman pada 5 Juli 1954, Elvis mulai menyanyikan lagu blues karya Arthur Crudup berjudul That’s All Right. Versi Elvis disukai Phillips dan diputarkan di radio di Memphis dan segera menjadi hit di daerah tersebut. Sejak itu ia mulai melakukan tur ke berbagai tempat, termasuk ke luar Tennessee.

Elvis Presley

Manajemen baru

Pada 16 Oktober 1954, ia tampil dalam siaran radio Louisiana Hayride dan menjadi hit bagi pendengar dalam jumlah yang besar. Ia kemudian menandatangani sebuah kontrak satu tahun dan bertemu dengan Tom Parker, yang kelak menjadi manajernya. Hampir setahun kemudian, Tom Parker mengambil alih seluruh tugas sebagai manajer Elvis dan tak lama kemudian, berhasil mendapatkan persetujuan kontrak dengan RCA Records bagi Elvis. Elvis juga menandatangani kontrak Hollywood. Melalui syarat-syarat dalam kontrak, Parker membangun nilai komersial serta citra Elvis yang menguntungkan, contohnya melalui lisensi penggunaan citra Elvis dalam segala macam produk, dari peralatan dapur hingga gitar.

Militer dan Kematian Ibu

Pada Desember 1957, Elvis dipanggil untuk ikut tugas militer dengan Angkatan Bersenjata AS. Ia resmi masuk Angkatan Bersenjata pada 24 Maret 1958, kemudian ditugaskan di Jerman. Sementara pelatihan karate dalam panggilan militernya, ibunda dari Elvis didiagnosis menderita hepatitis dan keadaannya semakin memburuk. Akhirnya sang ibu meninggal pada usia 46 tahun. Setelah itu, Elvis kembali dari militer dan dilepas tugaskan dengan hormat dua tahun kemudian. Sekembalinya dari wajib militer, karya Elvis mengalami penurunan dari segi kesuksesan, di mana salah satu penyebabnya adalah bangkitnya musik Britania/Inggris (British Invasion; The Beatles, The Rolling Stones, dan lain-lain).

Comeback Tour dan kematian

Tempat tinggal Elvis, Graceland.

Ia melakukan comeback Tour yang sukses melalui penampilan televisi pada 3 Desember 1968 berjudul ‘68 Comeback Special. Karier musiknya yang sempat meredup akibat “diganggu” profesi lainnya sebagai aktor dan juga hilangnya peranan dia dalam memilih jenis lagu yang ia mainkan, kembali bersinar setelah ia mendapatkan kesempatan dalam acara tersebut untuk bermain dalam jalur yang paling ia sukai, rock ‘n’ roll. Pada tahun 1969 Elvis mengadakan konser Elvis Live in Vegas 69(dinner show) dengan menggunakan karate suit. Pada tahun 1970 Elvis mengadakan konser That’s the Way It Is(dinner show)di International Hotel,Vegas. Pada tahun 1972 Elvis mengadakan Tour di The Coliseum, Hampton Roads, Virginia,The Coliseum, Richmond, Virginia,The Coliseum, Greensboro, North Carolina,Convention Center, San Antonio, Texas, Roanoke, Virginia dan Dayton, Ohio. Pada tahun 1973 Elvis mengadakan konser ‘Aloha From Hawaii’ via satelite. Aloha From Hawaii adalah konser terbesar Elvis. Akibat kecanduan obat-obat dokter seperti obat tidur, kesehatannya dan penampilannya mengalami penurunan pada sekitar pertengahan 1970-an. Ia tampil untuk terakhir kalinya dalam sebuah konser di Market Square Arena di Indianapolis, Indiana pada 26 Juni 1977.

Pada 16 Agustus 1977, Elvis ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Graceland di Memphis akibat serangan jantung. Saat itu ia berusia 42 tahun.

Kekasih dan istri

Elvis pernah menjalani hubungan cinta dengan beberapa wanita. Salah satunya, Priscilla, kemudian menjadi istrinya (menikah pada 1967 dan cerai pada 1972). Beberapa wanita lainnya dalam hidupnya:

  • Dixie Locke, salah satu pacar terawalnya
  • Anita Wood, pacar Elvis sebelum ia wajib militer di Jerman
  • Ann-Margret, aktris
  • Linda Thompson, putri kecantikan
  • Ginger Alden, pacar Sexynya
  • Lolla Presley, istri Elvis

Film

Elvis tampil dalam 31 buah film yang diawali dengan Love Me Tender pada tahun 1956. Umumnya film-film tersebut adalah film musikal yang dibuat berdasarkan lagu-lagu Elvis. Penampilannya dalam dunia film juga menandai transisi dari penyanyi rock ‘n’ roll menjadi penghibur bercitra baik yang dapat diterima penonton dari semua usia.

Film-filmnya yang dianggap terbaik oleh para kritikus termasuk Jailhouse Rock (1957), King Creole (1958), dan Flaming Star (1960).

(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Elvis_Presley)

“20 TOP ORDER FILM LAMA, FILM LANGKA, FILM JADUL, FILM KLASIK, FILM LAWAS, FILM UNIK 2012″

Berikut 20 Top Order Selama tahun 2012 yang rata-rata order di atas 100x, berikut daftarnya menurut peringkat.

Bintang4

1. A Scorned Woman/Scorned (1994)

Scorned (1994)

2. 12 Angry Men (1957)

12 Angry Men

3. Casablanca (1942)

Casablanca

4. Kramer vs. Kramer (1979)

Kramer-vs.-Kramer-1979

5. Vertigo (1958)

Vertigo (1958)

6. Lolita (1962)

Lolita

7. Where Eagles Dare (1968)

CINE RETRO Eagles Dare Cover.pmd

8. Breakfast at Tiffany’s (1961)

Breakfast at Tiffany's (1961)

9. Dirty Harry (1971)

Dirty Harry (1971)

10. Mother India (1957)

Mother India (1957)

11. Caligola (1979)

Caligola (1979)

12. The Godfather (1972)

The Godfather (1972)

13. Seven Samurai (1954)Seven Samurai (1954)

14. Romeo and Juliet (1968)

Romeo and Juliet (1968)

15. Love Me Tender (1956)

Love Me Tender (1956)

16. Eleven Samurai (1966)

Eleven Samurai (1966)

17. American Psycho (2000)

American Psycho (2000)

18. The Message (1977)

The Message (1977)

19. Schindler’s List (1993)

Schindler's List (1993)

20. Children of Heaven (1997)

Children of Heaven (1997)

20 Top Order Movies On April 2012

Berikut 20 Top Order Movies on April 2012 untuk kategori

FILM LAMA/KLASIK/JADUL/LANGKA, berdasarkan ranking

(Rata-rata pemesanan diatas 30x):

1st. Sundays at Tiffany’s (2010)

2nd. Kramer vs. Kramer (1979)

3rd. To Kill a Mockingbird (1962)

4th. A Chinese Ghost Story (1987)

5th. King Of Begars AKA Mo jong yuen So Hat-Yi (1992)

6th. Mansfield Park (1999)

7th. All About Eve (1950)

8th. The Time Machine (2002)

9th. 3 Idiots (2009)

10th. Bridget Jones’s Diary (2001)

11th. Fight Back To School (1991)

12th. Edward Scissorhands (1990)

13th. A Fistful of Dynamite / Duck you Sucker (1971)

14th. The Lover (1992)

15th. Only You (1994)

16th. In the Name of the Father (1993)

17th. A Few Good Men (1992)

18th. Henry and June (1990)

19th. The Pelican Brief (1993)

20th. The French Connection (1971)

=============================================================

Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Jadul, Film Lawas, CD FIlm Lama, CD Film Langka, CD Film Klasik, CD Film Jadul, CD Film Lawas, DVD Film Lama, DVD Film Klasik, DVD Film Langka, DVD Film Lawas, DVD Film Jadul, Jual FIlm Lama, Jual Film Lawas, Jual Film Langka, Jual Film Jadul, Jual Film, DVD FILM, Lapak Film Lama, Lapak Film Klasik, Lapak Film Langka, Lapak Film Jadul, Lapak Film Lawas, Artis Film Lama, Artis Film Langka, Artis Film Lawas, Artis Film Klasik, Artis Film Jadul, Artis Film, Aktor Film Lama, Aktor Film Langka, Aktor Film Lawas, Aktor Film Jadul, Kaset Film Lama, Kaset Film Langka, Kaset Film Lawas, Kaset Film Jadul, Toko Film Lama, Toko Film Langka, Toko Film Jadul, Toko Film Klasik, Toko Film Lawas, Lapak Film Lama, Lapak Film Langka, Lapak Film Lawas, Lapak Film Jadul, Lapak Film Klasik, Online Film Lama, Online Film Langka, Online Film Jadul, Online Film Klasik, Online Film Lawas, Info Film lama, Info Film Langka, Info Film Jadul, Info Film klasik, Info Film lawas, Forum Film lama, Forum Film langka, Forum Film lawas, Forum Film jadul, Forum Film lawas, Komunitas Film lama, Komunitas Film langka, Komunitas Film Jadul, Komunitas Film Klasik, Komunitas Film Lawas, Kumpulan Film Lama, Kumpulan Film Langka, Kumpulan Film Klasik, Kumpulan Film Lawas, Kumpulan Film Jadul, Kumpulan Film Lawas, Kolektor Film Lama, Kolektor Film Klasik, Kolektor Film Langka, Kolektor Film Jadul, Kolektor Film Lawas, Kolektor Film Klasik, Pasar Film Lama, Pasar Film Langka, Pasar Film Klasik, Pasar Film Jadul, Pasar Film Lawas, Seputar Film Lama, Seputar Film Langka, Seputar Film Klasik, Seputar Film Jadul, Seputar Film Lawas, Box Office, Film Action, Film Horor, Film Drama, Film Silat, Film Kungfu, Film Koboy, Film Komedi, Film Comedy, Film Hollywood, Daftar Film Lama, Daftar Film Langka, Daftar Film Klasik, Daftar Film Jadul, Daftar Film Lawas, List Film Lama, List Film Langka, List Film Klasik, List Film Lawas, List Film Jadul, On line Film Lama, On line Film Langka, On line Film Jadul, On line Film Klasik, On line Film Lawas, Pasar Film Lama, Pasar Film Langka, Pasar Film Jadul, Pasar Film Klasik, Pasar Film Lawas, Sinopsis Film Lama, Sinopsis Film Langka, Jadul, Klasik, Sinopsis Film Lawas, Koleksi Film Lama, Koleksi Film Langka, Koleksi Film Jadul, Koleksi Film Klasik, Koleksi Film Lawas, Pusat Film Lama, Pusat Film Langka, Pusat Film Klasik, Pusat Film Jadul, Pusat Film Lawas, Grosir Film Lama, Grosir Film Langka, Grosir Film Jadul, Grosir Film Lawas, Grosir Film Klasik, Biografi Film Lama, Biografi Film Klasik, Biografi Film Langka, Biografi Film Jadul, Biografi Film Lawas, Cerita Film Lama, Cerita Film Langka, Cerita Film Jadul, Cerita Film Lawas, Cerita Film Klasik, Pengertian Film Lama,Pengertian Film langka, Pengertian Film Klasik, Pengertian Film Lawas, Pengertian Film Jadul, Arti Film Lama, Arti Film Langka, Arti Film Jadul, Arti Film Lawas, Definisi Film Lama, Definisi Film Langka, Definisi Film Lawas, Definisi Film Jadul, Definisi Film Klasik, Agen Film Lama, Agen Film Langka, Agen Film Jadul, Agen Film Lawas, Agen Film Klasik, Jual-Beli Film Lama, Jual-Beli Film Langka, Jual-Beli Film Klasik, Jual-Beli Film Lawas, Jual-Beli Film Jadul, Dunia Film Lama, Dunia Film Langka, Dunia Film Klasik, Dunia Film Jadul, Dunia Film Lawas, LCD Film Lama, LCD Film Langka, LCD Film Klasik, LCD Film Jadul, LCD Film Lawas, Video Tape Film Lama, Video Tape Film Klasik, Video Tape Film Langka, Video Tape Film Lawas, Video Tape Film Jadul, BETA Film Lama, BETA Film Langka, BETA Film Klasik, BETA Film Lawas, BETA Film Jadul, VHS Film Lama, VHS Film Klasik, VHS Film Langka, VHS Film Jadul, VHS Film Lawas, Film Jaman Dulu, Film lama 80’s, Film lama 90’s, Film lama 70’s, Film lama 60’s, Film lama 50’s, Film lama 40’s, Film lama 30’s, Film lama 20’s, Film lama 10’s, Film langka 10’s, Film langka 20’s, Film langka 30’s, Film langka 40’s, Film langka 50’s, Film langka 60’s, Film langka 70’s, Film langka 80’s, Film langka 90’s, Film Klasik 10’s, Film langka 20’s, Film langka 30’s, Film langka 40’s, Film langka 50’s, Film langka 60’s, Film langka 70’s, Film langka 80’s, Film langka 90’s, Film Jadul 10’s, Film Jadul 20’s, Film Jadul 30’s, Film Jadul 40’s, Film Jadul 40’s, Film Jadul 50’s, Film Jadul 60’s, Film Jadul 70’s, Film Jadul 80’s, Film Jadul 90’s, Film Lawas 10’s, Film Lawas 20’s, Film Lawas 30’s, Film Lawas 40’s, Film Lawas 50’s, Film Lawas 60’s, Film Lawas 70’s, Film Lawas 80’s, Film Lawas 90’s, Judul Film Lama, Judul Film Langka, Judul Film Klasik, Judul Film Jadul, Judul Film Lawas, Charlie Chaplin, Richard Egan, Debra Paget, Elvis Presley, Melissa Gilbert, Michael Landon, Lindsay Greenbush, Istilah Film Lama, Istilah Film Langka, Istilah Film Jadul, Istilah Film Klasik, Istilah Film Lawas, Situs Film Lama, Situs Film Langka, Situs Film Lawas, Situs Film Jadul, Situs Film Klasik, Rare Movies, Old Movies, Film Lama Terbaik, Film Langka Terbaik, Film Klasik Terbaik, Film Lawas Terbaik, Film Jadul Terbaik, Film horor lama, Film horor Langka, Film horor Klasik, Film horor Lawas, Film horor Jadul, Film Laga Lama, Film Laga Langka, Film Laga Klasik, Film Laga Jadul, Film Laga Lawas, Film Drama lama, Film Drama Langka, Film Drama Klasik, Film Drama Lawas, Film Drama Jadul, Film Semi Lama, Film Semi Langka, Film Semi Jadul, Film Semi Klasik, Film Semi Lawas, Film Komedi Lama, Film Komedi Langka, Film Komedi Klasik, Film Komedi Jadul, Film Komedi Lawas, Film Perang Lama, Film Perang Klasik, Film Perang Jadul, Film Perang Lawas, Film Adult Lama, Film Adult Langka, Film Adult Jadul, Film Adult Klasik, Film Adult Lawas, Film Deawasa Lama, Film Deawasa Klasik, Film Deawasa Jadul, Film Deawasa Langka, Film Deawasa Lawas, Film Action, Film thriller, Film Horror, Bintang Film Lama, Bintang Film Klasik, Bintang Film Langka, Bintang Film Jadul, Bintang Film Lawas, Pemain Film Lama, Pemain Film Langka, Pemain Film Lawas, Pemain Film Jadul, Pemain Film Klasik, Gudang Film Lama, Gudang Film Langka, Gudang Film Jadul, Gudang Film Lawas, Klasik, Nonton Film Lama, Nonton Film Langka, Nonton Film Klasik, Nonton Film Jadul, Nonton Film Lawas, Film Unik, Film Lucu, Film Sadis, Film Dokumenter, Documentary Movies, Produksi Film Lama, Produksi FilmKlasik, Produksi Film Langka, Produksi Film Lawas, Produksi Film Jadul, Studio Film Lama, Studio Film langka, Studio Film Lawas, Studio Film Jadul, Studio Film Klasik, Website Film Lama, Website Film Langka, Website Film Jadul, Website Film Klasik, Website Film Lawas, Domain Film Lama, Domain Film Langka, Domain Film Klasik, Domain Film Jadul, Domain Film Lawas, Supplier Film Lama, supplier Film Langka, supplier Film Klasik, supplier Film Jadul, supplier Film Lawas, UNRATED Movies, Cat-3 Movies, Film Jepang Lama, Film Jepang Langka, Film Jepang Klasik, Film Jepang Jadul, Film Jepang Lawas, Film Barat Lama, Film Barat Klasik, Film Barat Langka, Film Barat Lawas, Film Barat Jadul, Film Asia Lama, Film Asia Lawas, Film Asia Langka, Film Asia Klasik, Film Asia Lawas, Film Mandarin Lama, Film Mandarin Langka, Film Mandarin Klasik, Film Mandarin Lawas, Film Mandarin Jadul, Film China Lama, Film China Klasik, Film China Jadul, Film China Lawas, Langka, Film Thailand Lama, Film Thailand Langka, Film Thailand Klasik, Film Thailand Jadul, Film Thailand Lawas, Film Filipin Lama, Film Filipin Langka, Film Filipin Klasik, Film Filipin Lawas, Film Filipin Jadul, Film Italy Lama, Film Italy Klasik, Film Italy Jadul, Film Italy Langka, Film Italy Lawas, Film Itali Lama, Film Itali Langka, Film Itali Klasik, Film Itali Lawas, Film Itali Jadul, Film Italia Lama, Film Italia Langka, Film Italia Klasik, Film Italia Lawas, Film Italia Jadul, Film Latin Lama, Film Latin Langka, Film Latin Klasik, Film Latin Jadul, Film Latin Lawas, Film Spanyol Lama, Film Spanyol Klasik, Film Spanyol Langka, Film Spanyol Jadul, Film Spanyol Lawas, Film Perancis Lama, Film Perancis Langka, Film Perancis Klasik, Film Perancis Jadul, Film Perancis Lawas, Film Jerman Lama, Film Jerman Klasik, Film Jerman Jadul, Film Jerman Langka, Film Jerman Lawas, Film Rusia Lama, Film Rusia Langka, Film Rusia KLasik, Film Rusia Jadul, Film Rusia Lawas, Film Brazil Lama, Film Brazil Langka, Film Brazil Klasik, Film Brazil Jadul, Film Brazil Lawas, Film Brasil Lama, Film Brasil Langka, Film Brasil Jadul, Film Brasil Klasik, Film Brasil Jadul, Film Brasil Lawas, Film Eropa Lama, Film Eropa Langka, Film Eropa Klasik, Film Eropa Jadul, Film Eropa Lawas, Film Barat Lama, Film Barat Langka, Film Barat Klasik, Film Barat Langka, Film Barat Jadul, Film Barat Lawas, Trailer Film Lama, Trailer Film Langka, Trailer Film Klasik, Trailer Film Jadul, Trailer Film Lawas, Pedagang Film Lama, Pedagang Film Klasik, Pedagang Film Langka, Pedagang Film JAdul, Pedagang Film Lawas, Penjual Film Lama, Penjual Film Klasik, Penjual Film Langka, Penjual Film Lawas, Penjual Film Jadul, Online shop Film Lama, Online shop Klasik, Online shop Langka, Online shop Jadul, Online shop Lawas

“20 FILM LAMA, FILM LANGKA, FILM KLASIK, FILM JADUL” Terlaris On March 2012

1. A Bridge Too Far (1977)

2. Romeo & Juliet (1968)

3. Killing Me Softly (2002)

4. Red River (1948)

5. Battle of Britain (1969)

6. Life Is Beautiful (1997)

7. The Message (1977)

8. Psycho (1960)

9. Where Eagles Dare (1968)

10. Breakfast at Tiffany’s (1961)

11. Drunken Master (1978)

12. Lone Wolf and Cub: Baby Cart to Hades (1972)

13. The Outlaw Josey Wales (1976)

14. The Silence of the Lambs (1991)

15. MacArthur (1977)

16. To Kill a Mockingbird (1962)

17. 12 Angry Men (1957)

18. American Psycho (2000)

19. Species (1995)

20. Iron Monkey (1993)

Berikut daftar “20 Top Order Film Lama, Film Langka, Film Jadul, Film Klasik, Film Lawas on January 2012″ berdasarkan ranking

1. Scarlett (TV mini-series 1994)

2. Dangerous Minds (1995)

3. Rear Window 1954

4. Double Indemnity (1944)

5. Paths of glory (1957)

6. 12 Angry Men (1957)

7. Ghosts of Mississippi (1996)

8. To Kill a Mockingbird (1962)

9. The Magnificent Seven (1960)

10. MacArthur (1977)

11. Dragon Tiger Gate (2006)

12. Slumdog Millionaire (2008)

13. Fist of Legend (1994)

14. Children of Heaven (1997)

15. Eating Out (2004)

16. Touching the Void 2003

17. Cellular (2004)

18. Tootsie (1982)

19. Romeo & Juliet 1968

20. The Color Purple (1985)

============================================================

Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Jadul, Film Lawas, CD FIlm Lama, CD Film Langka, CD Film Klasik, CD Film Jadul, CD Film Lawas, DVD Film Lama, DVD Film Klasik, DVD Film Langka, DVD Film Lawas, DVD Film Jadul, Jual FIlm Lama, Jual Film Lawas, Jual Film Langka, Jual Film Jadul, Jual Film, DVD FILM, Lapak Film Lama, Lapak Film Klasik, Lapak Film Langka, Lapak Film Jadul, Lapak Film Lawas, Artis Film Lama, Artis Film Langka, Artis Film Lawas, Artis Film Klasik, Artis Film Jadul, Artis Film, Aktor Film Lama, Aktor Film Langka, Aktor Film Lawas, Aktor Film Jadul, Kaset Film Lama, Kaset Film Langka, Kaset Film Lawas, Kaset Film Jadul, Toko Film Lama, Toko Film Langka, Toko Film Jadul, Toko Film Klasik, Toko Film Lawas, Lapak Film Lama, Lapak Film Langka, Lapak Film Lawas, Lapak Film Jadul, Lapak Film Klasik, Online Film Lama, Online Film Langka, Online Film Jadul, Online Film Klasik, Online Film Lawas, Info Film lama, Info Film Langka, Info Film Jadul, Info Film klasik, Info Film lawas, Forum Film lama, Forum Film langka, Forum Film lawas, Forum Film jadul, Forum Film lawas, Komunitas Film lama, Komunitas Film langka, Komunitas Film Jadul, Komunitas Film Klasik, Komunitas Film Lawas, Kumpulan Film Lama, Kumpulan Film Langka, Kumpulan Film Klasik, Kumpulan Film Lawas, Kumpulan Film Jadul, Kumpulan Film Lawas, Kolektor Film Lama, Kolektor Film Klasik, Kolektor Film Langka, Kolektor Film Jadul, Kolektor Film Lawas, Kolektor Film Klasik, Pasar Film Lama, Pasar Film Langka, Pasar Film Klasik, Pasar Film Jadul, Pasar Film Lawas, Seputar Film Lama, Seputar Film Langka, Seputar Film Klasik, Seputar Film Jadul, Seputar Film Lawas, Box Office, Film Action, Film Horor, Film Drama, Film Silat, Film Kungfu, Film Koboy, Film Komedi, Film Comedy, Film Hollywood, Daftar Film Lama, Daftar Film Langka, Daftar Film Klasik, Daftar Film Jadul, Daftar Film Lawas, List Film Lama, List Film Langka, List Film Klasik, List Film Lawas, List Film Jadul, On line Film Lama, On line Film Langka, On line Film Jadul, On line Film Klasik, On line Film Lawas, Pasar Film Lama, Pasar Film Langka, Pasar Film Jadul, Pasar Film Klasik, Pasar Film Lawas, Sinopsis Film Lama, Sinopsis Film Langka, Jadul, Klasik, Sinopsis Film Lawas, Koleksi Film Lama, Koleksi Film Langka, Koleksi Film Jadul, Koleksi Film Klasik, Koleksi Film Lawas, Pusat Film Lama, Pusat Film Langka, Pusat Film Klasik, Pusat Film Jadul, Pusat Film Lawas, Grosir Film Lama, Grosir Film Langka, Grosir Film Jadul, Grosir Film Lawas, Grosir Film Klasik, Biografi Film Lama, Biografi Film Klasik, Biografi Film Langka, Biografi Film Jadul, Biografi Film Lawas, Cerita Film Lama, Cerita Film Langka, Cerita Film Jadul, Cerita Film Lawas, Cerita Film Klasik, Pengertian Film Lama,Pengertian Film langka, Pengertian Film Klasik, Pengertian Film Lawas, Pengertian Film Jadul, Arti Film Lama, Arti Film Langka, Arti Film Jadul, Arti Film Lawas, Definisi Film Lama, Definisi Film Langka, Definisi Film Lawas, Definisi Film Jadul, Definisi Film Klasik, Agen Film Lama, Agen Film Langka, Agen Film Jadul, Agen Film Lawas, Agen Film Klasik, Jual-Beli Film Lama, Jual-Beli Film Langka, Jual-Beli Film Klasik, Jual-Beli Film Lawas, Jual-Beli Film Jadul, Dunia Film Lama, Dunia Film Langka, Dunia Film Klasik, Dunia Film Jadul, Dunia Film Lawas, LCD Film Lama, LCD Film Langka, LCD Film Klasik, LCD Film Jadul, LCD Film Lawas, Video Tape Film Lama, Video Tape Film Klasik, Video Tape Film Langka, Video Tape Film Lawas, Video Tape Film Jadul, BETA Film Lama, BETA Film Langka, BETA Film Klasik, BETA Film Lawas, BETA Film Jadul, VHS Film Lama, VHS Film Klasik, VHS Film Langka, VHS Film Jadul, VHS Film Lawas, Film Jaman Dulu, Film lama 80’s, Film lama 90’s, Film lama 70’s, Film lama 60’s, Film lama 50’s, Film lama 40’s, Film lama 30’s, Film lama 20’s, Film lama 10’s, Film langka 10’s, Film langka 20’s, Film langka 30’s, Film langka 40’s, Film langka 50’s, Film langka 60’s, Film langka 70’s, Film langka 80’s, Film langka 90’s, Film Klasik 10’s, Film langka 20’s, Film langka 30’s, Film langka 40’s, Film langka 50’s, Film langka 60’s, Film langka 70’s, Film langka 80’s, Film langka 90’s, Film Jadul 10’s, Film Jadul 20’s, Film Jadul 30’s, Film Jadul 40’s, Film Jadul 40’s, Film Jadul 50’s, Film Jadul 60’s, Film Jadul 70’s, Film Jadul 80’s, Film Jadul 90’s, Film Lawas 10’s, Film Lawas 20’s, Film Lawas 30’s, Film Lawas 40’s, Film Lawas 50’s, Film Lawas 60’s, Film Lawas 70’s, Film Lawas 80’s, Film Lawas 90’s, Judul Film Lama, Judul Film Langka, Judul Film Klasik, Judul Film Jadul, Judul Film Lawas, Charlie Chaplin, Richard Egan, Debra Paget, Elvis Presley, Melissa Gilbert, Michael Landon, Lindsay Greenbush, Istilah Film Lama, Istilah Film Langka, Istilah Film Jadul, Istilah Film Klasik, Istilah Film Lawas, Situs Film Lama, Situs Film Langka, Situs Film Lawas, Situs Film Jadul, Situs Film Klasik, Rare Movies, Old Movies, Film Lama Terbaik, Film Langka Terbaik, Film Klasik Terbaik, Film Lawas Terbaik, Film Jadul Terbaik, Film horor lama, Film horor Langka, Film horor Klasik, Film horor Lawas, Film horor Jadul, Film Laga Lama, Film Laga Langka, Film Laga Klasik, Film Laga Jadul, Film Laga Lawas, Film Drama lama, Film Drama Langka, Film Drama Klasik, Film Drama Lawas, Film Drama Jadul, Film Semi Lama, Film Semi Langka, Film Semi Jadul, Film Semi Klasik, Film Semi Lawas, Film Komedi Lama, Film Komedi Langka, Film Komedi Klasik, Film Komedi Jadul, Film Komedi Lawas, Film Perang Lama, Film Perang Klasik, Film Perang Jadul, Film Perang Lawas, Film Adult Lama, Film Adult Langka, Film Adult Jadul, Film Adult Klasik, Film Adult Lawas, Film Deawasa Lama, Film Deawasa Klasik, Film Deawasa Jadul, Film Deawasa Langka, Film Deawasa Lawas, Film Action, Film thriller, Film Horror, Bintang Film Lama, Bintang Film Klasik, Bintang Film Langka, Bintang Film Jadul, Bintang Film Lawas, Pemain Film Lama, Pemain Film Langka, Pemain Film Lawas, Pemain Film Jadul, Pemain Film Klasik, Gudang Film Lama, Gudang Film Langka, Gudang Film Jadul, Gudang Film Lawas, Klasik, Nonton Film Lama, Nonton Film Langka, Nonton Film Klasik, Nonton Film Jadul, Nonton Film Lawas, Film Unik, Film Lucu, Film Sadis, Film Dokumenter, Documentary Movies, Produksi Film Lama, Produksi FilmKlasik, Produksi Film Langka, Produksi Film Lawas, Produksi Film Jadul, Studio Film Lama, Studio Film langka, Studio Film Lawas, Studio Film Jadul, Studio Film Klasik, Website Film Lama, Website Film Langka, Website Film Jadul, Website Film Klasik, Website Film Lawas, Domain Film Lama, Domain Film Langka, Domain Film Klasik, Domain Film Jadul, Domain Film Lawas, Supplier Film Lama, supplier Film Langka, supplier Film Klasik, supplier Film Jadul, supplier Film Lawas, UNRATED Movies, Cat-3 Movies, Film Jepang Lama, Film Jepang Langka, Film Jepang Klasik, Film Jepang Jadul, Film Jepang Lawas, Film Barat Lama, Film Barat Klasik, Film Barat Langka, Film Barat Lawas, Film Barat Jadul, Film Asia Lama, Film Asia Lawas, Film Asia Langka, Film Asia Klasik, Film Asia Lawas, Film Mandarin Lama, Film Mandarin Langka, Film Mandarin Klasik, Film Mandarin Lawas, Film Mandarin Jadul, Film China Lama, Film China Klasik, Film China Jadul, Film China Lawas, Langka, Film Thailand Lama, Film Thailand Langka, Film Thailand Klasik, Film Thailand Jadul, Film Thailand Lawas, Film Filipin Lama, Film Filipin Langka, Film Filipin Klasik, Film Filipin Lawas, Film Filipin Jadul, Film Italy Lama, Film Italy Klasik, Film Italy Jadul, Film Italy Langka, Film Italy Lawas, Film Itali Lama, Film Itali Langka, Film Itali Klasik, Film Itali Lawas, Film Itali Jadul, Film Italia Lama, Film Italia Langka, Film Italia Klasik, Film Italia Lawas, Film Italia Jadul, Film Latin Lama, Film Latin Langka, Film Latin Klasik, Film Latin Jadul, Film Latin Lawas, Film Spanyol Lama, Film Spanyol Klasik, Film Spanyol Langka, Film Spanyol Jadul, Film Spanyol Lawas, Film Perancis Lama, Film Perancis Langka, Film Perancis Klasik, Film Perancis Jadul, Film Perancis Lawas, Film Jerman Lama, Film Jerman Klasik, Film Jerman Jadul, Film Jerman Langka, Film Jerman Lawas, Film Rusia Lama, Film Rusia Langka, Film Rusia KLasik, Film Rusia Jadul, Film Rusia Lawas, Film Brazil Lama, Film Brazil Langka, Film Brazil Klasik, Film Brazil Jadul, Film Brazil Lawas, Film Brasil Lama, Film Brasil Langka, Film Brasil Jadul, Film Brasil Klasik, Film Brasil Jadul, Film Brasil Lawas, Film Eropa Lama, Film Eropa Langka, Film Eropa Klasik, Film Eropa Jadul, Film Eropa Lawas, Film Barat Lama, Film Barat Langka, Film Barat Klasik, Film Barat Langka, Film Barat Jadul, Film Barat Lawas, Trailer Film Lama, Trailer Film Langka, Trailer Film Klasik, Trailer Film Jadul, Trailer Film Lawas, Pedagang Film Lama, Pedagang Film Klasik, Pedagang Film Langka, Pedagang Film JAdul, Pedagang Film Lawas, Penjual Film Lama, Penjual Film Klasik, Penjual Film Langka, Penjual Film Lawas, Penjual Film Jadul, Online shop Film Lama, Online shop Klasik, Online shop Langka, Online shop Jadul, Online shop Lawas

Link

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 871 other followers