Gone with the Wind ( 1939 )

Film Lama, Film Langka, Film Jadul, Film Klasik, Film Lawas

Film Lama, Film Langka, Film Jadul, Film Klasik, Film Lawas

    Film ini adalah salah satu film klasik yang menjadi tolak ukur sinema amerika, sebuah epik kesayangan hollywood yang judulnya paling sering ditemukan dalam top list apapun di berbagai movie sites, majalah di seluruh dunia.
Gone with the Wind, merupakan contoh kolaborasi besar yang melibatkan ratusan pekerja yang ternyata bisa menghasilkan sesuatu yang sangat luar biasa. Lusinan crew dan penulis naskah yang digonta ganti, proses pemilihan bintang utama yang begitu menyedot waktu dan biaya besar, konflik perpindahan kursi sutradara  hingga permainan bisnis studio besar jaman itu berhasil dihadapi oleh sang produser, David O’Selznick yang kabarnya mengkomandani proyek film ini dengan tangan besi.

Diangkat dari sebuah novel berjudul sama karangan Margaret Mitchell tahun 1936. Tahun depannya, Mitchell meraih Pulitzer dari satu-satunya novel yang pernah ditulisnya dan tiga tahun setelah rilisnya novel itu, 1939, filmnya dirilis dan menciptakan sejarah. Selznick membeli hak untuk memfilmkan novelnya sebesar $50,000 atas dorongan teman temannya. Studio besar waktu itu semacam, MGM dan RKO ironisnya sama sekali tidak tertarik membuat GWTW.
Victor Fleming ditunjuk sebagai sutradara menggantikan George Cukor, yang kabarnya dipecat Selznick karena konflik personal. Tahun 1939 adalah puncak keemasan bagi karier Flemming. Filmnya yang lain yang dirilis di tahun yang sama, The Wizard of Oz juga menjadi fenomena tersendiri dalam sejarah sinema amerika.
Dalam jajaran pemain utama, Clark Gable yang saat itu merupakan anak emas hollywood mengisi peran Rhett Butler . Proses Selznick mendapatkan Clark Gable dari tangan MGM ( studio yang menaugi sang aktor ) pun tidak lah mudah, berbagai negosiasi alot pun dilakukan Selznick kepada para petinggi MGM. Untuk peran Scarlett O’Harra sendiri, Selznick turun tangan langsung mengaudisi ribuan aktris wanita secara random hingga akhirnya memangkas nya menjadi dua antara Paulette Goddard dan Vivian Leigh.

Film ini lebih mengisahkan konflik (dan cinta) antara empat karakter sentral, Rhett Buttler (Clark Gable), Scarlett O’Hara (Viven Leigh),Melanie Hamilton (Olivia DeHaviiland), Ashley Wilkes (Leslie Howard),  dengan latar Tara, Atlanta dan daerah selatan di masa sebelum dan sesudah perang sipil yang berkecamuk di amerika antara tahun 1861–1865.
Scarlett adalah sosok wanita cantik yang digambarkan manja, egois, sinis dan agak liar. Scarlett sebenarnya bisa saja mendapatkan lelaki manapun saat itu, tapi ia lebih memilih untuk mengejar ngejar ( dan agak mempermalukan dirinya sendiri ) Ashley Wilkes, yang pada saat itu merupakan tunangan sepupunya, Melanie Hamilton. Nah, di tengah konflik cinta segitiga itu muncullah pria yang terusir dari kampung halamannya dan merupakan veteran perang, Rhett Butler. hehe..yang pernah menonton GWTW pasti hafal dengan senyuman maut Rhett Butler yang ditujukan kepada Scarlett pertama kali dari bawah tangga, seolah olah senyumannya sanggup merobek pakaian Scarlett.

Jika diperhatikan, Scarlett dan Rhett sebenarnya hampir memiliki sifat yang sama. Scarlett bukanlah wanita polos yang berhati baik, tapi lebih ke suka mempermainkan hati para lelaki dan mempermainkan nafsu seksual mereka dengan kecantikannya ( termasuk hati para lelaki berpasangan ). Rhett sendiri terkenal arrogan, sombong, egois, kurang ajar dan suka bersikap masa bodoh, dan juga seorang jutawan dan penakluk wanita. Karisma dan pesona Rhett berhadapan dengan gairah dan kecantikan Scarlett menjadikan mereka sangat pantas berhadapan satu sama lain, mereka sama sama mempunyai daya tarik tersendiri bagi lawan jenis.

Selain 2 dari 4 karakter sentral di film ini, Ashley Wilkes, yang dari awal dikejar kejar oleh Scarlett, juga sebenarnya bukanlah Lelaki sempurna , ia bukanlah prince charming yang bijak dan tentunya ia masih seorang pria yang digambarkan masih berkeinginan selingkuh tapi masih belum yakin dan kesetiaannya terhadap sang istri sekaligus sepupunya, Melanie masih terlalu kuat baginya untuk disia siakan. Sedangkan Melanie sendiri, merupakan kebalikan dari Scarlett, ia tergambarkan sebagai gadis yang rapuh, lemah, polos, bodoh dan terlihat sok baik ( walau sebenarnya ia memang baik ), mungkin kepolosan dan sikapnya yang plin plan lah yang membuatnya terlihat bodoh.
Ashley mungkin saja pada awalnya jatuh hati kepada Melanie karena hal ini, dan kebalikan juga terhadap banyak pria yang terpesona dengan gairah dan kecantikan Scarlett, well.., mungkin kecuali Rhett yang sering mengucapkan kata kata menusuk dan menyinggung perasaan Scarlett. Di mata Rhett, Scarlett adalah wanita yang sangat menarik untuk dikencani, tapi tidak untuk dinikahi.

Berkecamuk perang sipil di seantereo amerika, kekalahan terjadi bagi Tara, Atlanta, Tara hanya damai untuk sementara. Tanah yang awalnya subur sekarang merah membara dan tandus, dan perlu dikerjakan dari nol untuk membuatnya kembali subur yang merupakan mata pencarian sebagian besar penduduk Tara. Tara tidak pernah sama lagi.
Di tengah kondisi sulit itu, Menikahnya Scarlett dan Rhett Butler, bukan merupakan hal yang diidam idamkan siapapun, dan tentu tidak menyelesaikan masalah apapun yang sedang menimpa keduanya. Rhett dengan kepribadiannya yang egois hanya menginginkan keturunan dan kesenangan dari Scarlett, begitu juga Scarlett yang hanya tertarik dengan uang dan kekayaan Rhett.
Scarlett  menunjukkan sebuah perubahan besar dalam dirinya dari awal film, pertengahan, hingg akhir. Yang awalnya membenci perang sebagaimana wanita lainnya, keadaan memaksanya menjadi tegar menerima kenyataan hidup dan rela bekerja kasar. Ya tentu bukan alasan sentimentil, dia hanya tak ingin hidup miskin lagi.

Film ini memenangkan 8 dari 13 nominasi oscar saat itu, termasuk Best Picture 1939. Kerja keras David O’Selznick untuk film ini terbayar tuntas dengan berjaya nya film ini baik secara kualitas maupun komersil. Ceritanya yang realistis ikut memberikan pesona bagi film in i. Ini bukanlah sebuah dongeng cinta yang penuh khayalan. Jajaran aktor dan aktris di film ini yang terlihat sangat jujur dalam aktingnya, Chemistry antara Rhett dan Scarlett  (yang seharusnya menjadi jualan utama di sebuah film romantis), juga bukan Chemistry terkuat on screen yang pernah ada. Untuk menghindari kesalah pahaman seperti itu, perlu kita ketahui, film ini bukanlah sebuah film komedi romantis sepenuhnya, film ini sudah jauh keatas meninggalkan genre sederhana seperti komedi romantis.

Kisah epik ini terlalu sederhana jika dijelaskan melaui resensi singkat. Durasi film yang sebanyak 238 menit ( hampir 4 jam.!!) yang diangkat dari novel setebal 1.037 halaman ini bahkan jika dibahas secara mendetail akan butuh berhari hari. Kompleksitas cerita dan karakter, latar perang sipil yang berkecamuk saat itu, belum lagi perubahan ke 4 karakter sentral tersebut sepanjang film dan kondisi keadaan sekitar yang digambarkan dengan detail, padat dan bermakna. Berbeda saya melihatnya dengan film film sekarang yang banyak memakan durasi dengan banyak adegan kosong melompong. Salah satu yang menjadi kecintaan saya terhadap film klasik adalah cara penceritaannya yang begitu detail dan padat walau dengan durasi yang tidak terlalu lama, tapi setelah selesai menyaksikan nya, saya mendapat sebuah kepuasan besar dari segala sisi.

Bertahun tahun mendatang, Film ini akan selalu menjadi salah satu contoh bukti kebesaran sinema amerika dan betapa nyata terciptanya mahakarya dari tangan ratusan pekerja di sebuah era dimana keterbatasan teknologi tidak pernah menjadi hambatan untuk menciptakan sebuah karya seni yang luar biasa. Layaknya waktu yang terus berjalan, everything Gone with the wind, all right – gone, but never forgotten.

Segera dapatkan Film Lama, Film Jadul, Film Langka, Film Lawas, Film Klasik Favorit anda…!!!

***********************************
Sumber: http://mecail2012.blogspot.com/2012/09/review-gone-with-wind-1939.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: