The Godfather (1972)

ggg
Sinopsis Film TheGodfather (1972)
       Bercerita tentang keluarga Don Vito Corleone,pria pemurah yang tak kenal ampun dalam meraih dan mempertahankan kekuasaan.. Vito Corleone (Marlon Brando) adalah  kepala keluarga. Vito memiliki empat orang anak yaitu Santino alias Sonny, Fredo, Michael (Al Pacino), dan Connie Corleone. Keluarga Corleone adalah salah satu keluarga mafia Italia yang tinggal di Amerika.
Godfather adalah pria yang “logis” dan adil. Ia memimpin mafia yang menguasai berbagai kegiatan bisnis ilegal, perjudian, taruhan pacuan kuda, dan serikat buruh.Ia memberikan persahabatannya tanpa ada yang berani menolak, serta menentukan mana yang benar dan salah. Menurutnya, pembunuhan halal dilakukan demi keadlian.
Keluaga mafia sedang mengalami perang dingin yang menyebabkan terjadi perang antar geng. Sampai suatu ketika, perang dingin ini membuat vito tertembak.Kondisi Vito yang sedang sakit membuat Sonny sebagai anak pertama mengambil alih posisi kepala keluarga. Namun, Sonny yang tempramental tidak mampu memimpin dengan baik. Michael yang oleh anggota keluarga yang lain dianggap sebagai yang paling pendiam, akhirnya berinisiatif membunuh salah satu Kepala keluarga genk lain yang menyebabkan dia akhirnya diasingkan ke Italia selama setahun. Mulai lah karakter Michael terbentuk. Di sana Ia sempat menikah dengan perempuan setempat. Saat pengasingannya, Sonny terbunuh.
Setelah setahun berlalu Vito mengumumkan kalau Michael lah kepala keluarga selanjutnya.Hingga akhirnya, Vito pun meninggal. Setelah kematian ayahnya Michael lalu membalas dendam dengan membunuh seluruh kepala keluarga mafia yang dulu bertikai dengan ayahnya dan membunuh pembunuh kakaknya.
Film ini sangat bagus dalam pencitraan tokoh dan pengeplotan ceritanya.. So, tentunya ini adalah film yang recomended buat ditonton. Tapi untuk dewasa ya.. Soalnya banyak adegan yang mungkin kurang pantas dilihat anak di bawah umur..

The Accused (1988)

Film Lama, Film Langka, Film Jadul, Film Klasik, Film Lawas

Film Lama, Film Langka, Film Jadul, Film Klasik, Film Lawas

Mungkin seorang Tom Topor sebagai penulis cerita tertarik ketika menilik fenomena di atas, sehingga nasib naas yang dia ciptakan untuk karakter Sarah begitu molek bercerita. Malam itu, Sarah Tobias keluar dari sebuah bar dengan teriakan histeris, langkah kakinya dilarikan sekuat tenaga, sementara baju yang dikenakannya tampak robek compang camping sehingga memamerkan buah dadanya. Naas bagi Sarah, dirinya diperkosa oleh tiga pemuda di bar itu dan lucunya lagi orang-orang yang menyaksikan adegan pemerkosan itu malah menyoraki dan membiarkan peristiwa itu terjadi, bak tontonan film porno gratis bagi mereka. Tak ada yang membantu Sarah yang lemah digauli di atas meja permainan poker itu.

Alkisah pun bergulir kedalam semangat Sarah yang ingin menuntut keadilan. Maka Katherine (Kelly McGillis) selaku jaksa penuntut umum dalam kasusnya berusaha mewujudkan keinginan Sarah tersebut. Tentunya itu tak semulus yang dibayangkan, banyak konflik internal maupun eksternal mengacaukan jalan Katharine dan Sarah. Katharine tertampar oleh kasus Sarah yang tak pelak menguji kredibilitasnya sebagai jaksa dan menguak sisi emosionalnya untuk peduli kepada sosok Sarah. Sementara Sarah hidup dalam situasi psikologis yang kompleks pasca pemerkosaan naas itu, dirinya seakan kehilangan identitas. Disinilah kedua karakter ini menjalin kekuatan emosional yang mampu merasuki visualisasi penonton.

Sang sutradara, Jonathan Kaplan seringkali mengantarkan kita ke sisi lain plot yang dianggapnya mampu untuk sedikit membuka rasa penasaran kita akan kasus Sarah. Rasanya itu tak begitu berhasil, Karena drama pemerkosaan ini tak mampu sedikit pun meluncurkan sisi misteriusnya. Malah cenderung kurang jenius dan pengeksekusian akhir cerita yang sangat klise. Tengok bagaimana cerita dibuat bimbang dengan beberapa kesaksian yang kadangkala memenangkan Sarah ataupun turut menyudutkan tingkah lakunya dalam tragedi pemerkosaaanya itu. Letupan-letupan misteri seakan dipaksakan yang berujung tak mampu untuk memaksimalkan klimaks cerita. Beberapa bukti yang sudah dipegang rapat di mulut  Sarah dari awal cerita sengaja dicari-cari kelemahannya sehingga kebenaran pun sengaja diperlambat sampai pada akhirnya dibeberkan secara visualisasi flashback di hadapan pengadilan. Setidaknya Kaplan sukses membawa para aktornya merasuk kedalam plot-plot yang kian problematik dan emosional.

Namun, beruntunglah The Accused memiliki Jodie Foster dan Kelly McGillis yang gigih dalam menonjolkan karakter mereka masing-masing. Untuk penonton generasi kini mungkin tak doyan menyaksikan film jadul ini kalo tidak ada sosok Jodie Foster yang memberikan magnet maha-dahsyat pada karakter Sarah Tobias. Sebuah patung Oscar mengganjar peforma Foster yang begitu brilian mengeksplor sisi emosional seorang wanita yang terjebak dalam drama pemerkosaan biadab. Begitu biadab karena dirinya digilir oleh tiga lelaki sementara pengunjung bar di sekitarnya sibuk menyemangati para lelaki pemerkosa itu untuk menunjukkan ‘keperkasaan’ mereka. Di sisi lain, karakter Sarah ini juga memberikan imej sebagai gadis ‘gampangan’ yang kerap mengisap ganja, ahli meneguk berbotol-botol bir, serta si seksi yang bernasib sial. Disinilah penonton diajak untuk memilih antara acuh tak acuh atau prihatin dengan kejadian Sarah tersebut. Anda pun dapat dengan mudah menerka bakal dikemanakan ending film ini.

Anda Mencari Film Lama, Film Langka, Film Jadul, Film Lawas, Film Klasik…??
Silahkan Pesan Film Favorit Anda Sekarang juga…!!!

The Shawshank Redemption (1994)

Film Lama, Film Langka, Film Jadul, Film Klasik, Film Lawas

Film Lama, Film Langka, Film Jadul, Film Klasik, Film Lawas

Di tahun 1947, seorang bankir bernama  Andy Dufresne dituduh membunuh istri dan kekasih istrinya. Walau Andy sendiri menyatakan bahwa dirinya tidak melakukan pembunuhan itu, namun berdasarkan bukti-bukti yang ada, Andy dihukum dan dipenjara di Shawsank. Di Shawsank Andy berkenalan dan selanjutnya berteman akrab dengan Ellis “Red” Redding. Red memliki kemampuan untuk menyelundupkan barang-barang yang diperlukan oleh para tahanan. Untuk Andy, Red berhasil menyelundupkan palu kecil yang dipakai Andy untuk hobinya membuat buah catur. Selain itu Red juga memberikan poster-poster bintang film wanita bagi Andy.

Andy bekerja di bagian binatu penjara. Selama di penjara Andy selalu mendapat siksaan dari gang “The Sisters” penguasa di Shawshank. Gang The Sisters dipimpin oleh seorang narapidana bernama Bogs.
Di tahun 1949, saat bersama beberapa teman tahanannya yang lain ditugaskan untuk melapisi bagian atas atap salah satu gedung penjara, Andy  mendengar caci maki dari kepala penjaga tahanan yang kejam Byron Hadley tentang pajak yang dia harus bayar atas warisan yang didapatnya dari saudaranya yang baru meninggal. Atas bujukan Andy, Baron bersedia dibantu untuk secara legal terbebas dari pajak atas warisan yan diperolehnya. Andy hanya meminta beberapa bir dingin sebagai imbalan bantuannya itu.

Andy beberapa waktu kemudian lagi-lagi disiksa oleh Bogs pemimpin gang The Sisters. Siksaan ini menyebabkan Andy hampir meninggal dan dimasukkan ke rumah sakit. Bogs sendiri harus menjalani hukuman selama 2 minggu di ruang hukuman khusus. Setelah selesai menjalani hukuman, Bogs kembali ke selnya dan telah ditunggu oleh Byron yang tidak senang atas perbuatannya terhadap Andy.

Setelah kembali dari rumah sakit, Andy dipertemukan dengan Warden Samuel Norton kepala penjara Shawshank. Warden kemudian memindahkan Andy ke bagian perpustakaan penjara untuk membantu seorang narapidana tua bernama Brokks Hatlen, dengan tujuan agar Andy dapat juga melakukan pembukuan keuangan penjara. Kemampuannya dalam keuangan dan pajak, membuat Andy sering dikunjungi para penjaga tahanan  di Shawshank dan lingkungan sekitar penjara.

Andy kemudian mulai menulis surat setiap ke pemerintah setempat yang isinya meminta bantuan tambahan buku untuk perpustakaan di Shawshank.

Tahun 1954, Brooks tahanan tua yang bertugas di perpustakaan bersama Andy, akhirnya dibebaskan setelah menjalani masa tahanan selama 50 tahun. Setelah dibebaskan Brooks akhirnya bunuh diri karena tidak tahan hidup di luar penjara.

Surat-surat permohonan yang dikirm Andy ke pemerintah daerah akhirnya membuahkan hasil. Pemerintah daerah mengirimkan sumbangan buku-buku untuk perpusatakaan di Shawshank. Selain kiriman berupa buku ternyata dikrim juga sumbangan berupa rekaman musik di atas piringan hitam. Andy memutar salah satu musik rekaman kesenangannya dan menyiarkannya melalui sistem pengeras suara di Shawshank. Tindakannya ini membuat Andy dihukum.

Setelah dihukum Andy berbicara dengan Red dan menerangkan bahwa Andy selalu memiliki harapan dan harapannya akan selalu ada dan tidak akan hilang karena penjara di Shawshank, namun Red mengabaikan pernyataan Andy itu.

Tahun 1963, Norton sang kepala penjara memanfaatkan tenaga para tahanan untuk pekerjaan di luar penjara. Norton mendapat keuntungan dari pemotongan gaji pekerja dan mendapat komisi juga dari penyedia pekerjaan. Andy ditugaskan untuk ‘mencuci’ uang itu dengan menggunakan nama Randal Stephens.
Tahun 1965, Tommy Williams yang dipenjara karena pencurian, menjadi akrab dan berteman Andy dan Red. Andy  sangat membantu Red dalam mempersiapkan dirinya menghadapi ujian setara SMA. Tahun 1966 setelah mendengar secara rinci tentang kasus Andy, Tommy merasa kasus Andy  sangat mirip dengan cerita seorang narapidana yang pernah menjadi teman sekamarnya di penjara lain, yang mengaku pernah membunuh seorang lelaki dengan teman selingkuhnya, yang merupakan seorang istri dari seorang bankir, dan bankir tersebut akhirnya yang dihukum karena kejadian itu. Andy kemudian mendiskusikan informasi ini ke Norton dengan harapan Norton bisa membantunya agar bisa dilakukan pengadilan ulang untuk kasusnya. Namun Norton tanggapan sangat diluar dugaan Andy. Andy malah mendapat hukuman karena kekecewaan yang diungkapkannya.

Setelah selesai dari hukuman Andy bercerita pada Red tentang harapan Andy untuk hidup dan tinggal di Zihuatanejo sebuah kota di Mexico yang memiliki pantai menghadap ke laitan Pasific. Bagi Red, harapan Andy tidak mungkin akan terjadi. Namun Andy berpesan saat Red bebas nanti jangan lupa untuk mengambil paket untuk Red di sebuah padang rumput dekat kota Buxton.

Esok harinya, tempat tahanan Andy sudah kosong. Andy berhasil melarikan diri dengan membawa seluruh catatan pencucian uang yang dilakukan Norton. Penjaga tahanan melakukan pencarian, namun di saat yang sama Andy berpura-pura menjadi Randall Stephens mendatangi beberapa bank dan menarik uang yang sudah dicuci tersebut. Kemudian, Andy mengirim laporan keuangan dan rincian transaksi puncucian uang dan bukti-bukti korupsi serta pembunuhan yang telah dilakukan Norton ke koran setempat. Polisi segera ke penjara Shawsank untuk menangkap pihak-pihak yang terkait atas bukti dari Andy.

Red akhirnya di bebaskan setelah menjalani masa tahanan selama 50 tahun. Red mulai mencoba untuk beradaptasi dengan kehidupan diluar rumah tahanan. Namun hal ini ternyata sangata sulit dan menimbulkan tekanan baginya, karena selama ini Red menjalani 50 tahun dari hidupnya di dalam penjara.

Red teringat akan pesan Andy sebelum Andy melarikan diri. Merasa frustrasi karena belum juga bisa beradaptasi dengan lingkungan di luar penjara, Red  memutuskan untuk mencari kemungkinan akan adanya paket khusus untuknya di tempat yang diceritakan Andy dulu.

Kisah di film ini sangat menggugah perasaan anda. Bagaimana seseorang yang tidak punya harapan namun berani berharap. Di tempat seperti ini, beranikah kita berharap ?

Mau tau persis cerita filmnya…? Pesan Sekarang Juga…!!!

Dapatkan Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Lawas, Film Jadul, Sekarang juga…!!!

 

Source: http://www.sinopsisfilm.com/2013/01/the-shawshank-redemption-1994.html

Pusat Film Lama-Film Jadul-Film Langka

Welcome to MAESTRO

starline_e0

Jual Film Lama, Film Klasik, Film Jadul, Film Lawas, Film Kuno, Film Unik, Film Langka yg TIDAK BEREDAR LAGI…

Ada Puluhan ribu judul film mulai dari tahun 1900an s/d Era 2000-an

Film Asia, Film Barat, Film Latin, Film Spanyol, Film Perancis, Film Jerman, Film Itali, dll.. All Genre…

Kualitas Oke… Dijamin Tidak Macet-macet.. Garansi…

Semua Film Format DVD, jadi DIJAMIN bisa diputar pada semua DVD player, termasuk DVD ROM LAPTOP & PC…

==> Untuk Film Satuan: 1 Film = 1 DVD (Bukan Gabungan)

==> Untuk Film Serial: 1 DVD = Beberapa Episode

starline_e0

Minimal order 5.3

starline_e0

***PENGIRIMAN KE SELURUH INDONESIA VIA JNE/TIKI***

LogoTIKI-JNE

======

Bukti resi Label Maestro

blink2_e0

 

Baca Info Sebelum Order 4

 ===

  131

 

Baca Info Sebelum Order 4

green_line_e0

PEMESANAN:

*** MAESTRO FILM ***

Contoh Format Order by SMS/BBM/WhatsApp:

1. Ayam (1980), 2. Bebek (1945), 3. Cecak (1965), dst…

Dari: Maestro, Mampang – Jaksel

===============================================

* Tanya2x via SMS dipastikan TIDAK DIBALAS, gunakan call/WA/BBM/Email

** Order kurang dari 5 Film/Disc DIPASTIKAN TIDAK DILAYANI

*** Order wajib mencantumkan nama kota + nama kecamatan tujuan pengiriman

Call/WA/SMS : 0852 6252 6251

PIN : D11BCFEF

email : maestro_film@yahoo.com

starline_e0

Berikut Beberapa Bukti-bukti Transferan :

screenshot_2016-11-01-15-55-01_com-whatsapp

screenshot_2016-11-01-16-17-29_com-bbm

screenshot_2016-11-01-16-01-28_com-whatsapp

screenshot_2016-11-01-15-57-04_com-whatsapp

screenshot_2016-11-01-15-57-04_com-whatsapp

screenshot_2016-11-01-15-59-50_com-whatsapp

screenshot_2016-11-01-16-02-31_com-whatsapp

screenshot_2016-11-01-16-03-21_com-whatsapp

screenshot_2016-11-01-16-08-57_com-whatsapp_1477991547117

screenshot_2016-11-01-16-07-59_com-whatsapp_1477991565377

screenshot_2016-11-01-16-18-02_com-bbm

screenshot_2016-11-01-16-16-14_com-bbm

screenshot_2016-11-01-16-22-07_jp-naver-line-android_1477992143975

screenshot_2016-11-01-16-18-41_com-bbm_1477992092865

screenshot_2016-11-01-16-16-59_com-bbm_1477992053752

screenshot_2016-11-01-16-15-12_com-bbm_1477992011347

screenshot_2016-11-01-16-00-39_com-whatsapp

screenshot_2016-11-01-16-01-17_com-whatsapp

Koleksi Foto Asli Bintang Film Klasik, Film Lama, Film Langka, Film Jadul Hollywood Dilelang

dricebar_e0

Puluhan ribu foto dan negatif film dari koleksi besar foto Hollywood akan dijual selama lelang dua hari di New York bulan depan. Kabar ini diumumkan oleh rumah lelang Guernsey, Senin (25/03).

Koleksi Berita Bintang Film, yang dilakukan juru foto Irving Klaw mulai tahun 1939, mencakup hampir tiga juta poster, negatif film dan foto para bintang.

Mereka yang termasuk di antaranya Marilyn Monroe, James Dean, Rudolph Valentino, Judy Garland, Steve McQueen, Charlie Chaplin, dan Audrey Hepburn.

Kolektor mana yang tak kesengsem dengan keseksian Marylin MonroeKolektor mana yang tak kesengsem dengan keseksian Marylin Monroe

Sekitar 1.900 koleksi foto dan memorabilia film akan dilelang di bawah ketukan palu pada 6-7 April mendatang.

Koleksi Foto Asli Bintang Film Klasik Hollywood Dilelang

Harga pra-penjualan diperkirakan berkisar antara USD 60 100 untuk beberapa foto, atau sampai mencapai USD 10 ribu untuk sepasang sepatu hak tinggi yang dikenakan oleh model Betty Page, yang dikenal sebagai “Queen of Pin-Ups.”

“Ini mungkin salah satu koleksi terbesar di dunia mengenai foto Hollywood,” kata Joanne Grant, penata arsip dan pelelang di Guernsey yang memperkirakan benda-benda itu bernilai jutaan dolar.

“Penjualan ini adalah semua tentang (cetakan) hitam-putih karena sebagian besar tentang Hollywood dari era 20-an, 30-an, dan 40-an, meskipun Marilyn Monroe adalah dari tahun 1950-an,” kata Grant.

Lelang yang akan digelar di The Galeri Arader itu akan menjadi yang pertama kalinya dalam 75 tahun bahwa arsip lama akan dibuka untuk umum, kata Guernsey.

Koleksinya meliputi tanda tangan Movie Star News dan gambar dari latar belakang film THE WIZARD OF OZ, KING KONG, dan THE GODFATHER serta 600 foto Monroe.

Benda-benda ini dijual oleh Stuart Scheinman, rekan-pemilik Entertainment Collectibles yang berbasis di Las Vegas, yang membeli koleksi itu tahun lalu dari Ira Kramer, keponakan Klaw.

Sumber: http://www.kapanlagi.com/showbiz/film/internasional/koleksi-foto-asli-bintang-film-klasik-hollywood-dilelang-6fdcf6.html

====================================================

7 Film Lama, Film Langka, Film Jadul, Film Klasik, Film Lawas yang berdurasi paling panjang di Dunia

Berikut 7 Film Lama, Film Langka, Film Jadul, Film Klasik, Film Lawas yang berdurasi paling panjang di Dunia

7. Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Jadul: Berlin Alexanderplatz (1980)

Stars: Günter Lamprecht, Claus Holm, Hanna Schygulla

http://terselubung.blogspot.com/

Meskipun “Berlin Alexanderplatz” adalah sebuah acara televisi yang memiliki durasi panjang yang ekstrim, itu sebenarnya dapat dkatakan sebuah film, dan merupakan film narasi terpanjang dalam sejarah. Film Lama, Langka ini berlangsung selama 15,5 jam yang mengeksploitasi seorang pria bernama Franz Biberkopf dan daerah Berlin – Alexanderplatz – di mana dia hidup.

6. Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Jadul : 24 Hours Psycho (1993)

 

Artist: Douglas Gordon

Apa itu “24 Hour Psycho”? itu adalah film tentang seorang psycho selama 24 jam yang benar-benar membuat kita menjadi psycho.

5. Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Jadul: **** (1967) aka Four Stars (1967)

film terlama

film terlama

adalah sebuah film eksperimental yang dibuat oleh Andy Warhol yang terdiri dari gulungan film yang tak terhitung jumlahnya. Dengan durasi sepanjang 25 jam, film ini adalah salah satu dari sepuluh film terpanjang dalam sejarah dan mengandung seks grafis, gambar kosong, frame putih bersih dan ledakan musik yang sangat keras.

4. Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Jadul: The Longest Most Meaningless Movie in the World (1970)

 

Ironisnya, dan meskipun film ini berdurasi dua hari, “The Longest Most Meaningless Movie in the World” hanya dapat menjadi kandidat ketiga di daftar sepuluh film terpanjang dalam sejarah. Film yang benar-benar tidak ada artinya ini merupakan kompilasi yang tak ada habisnya dari iklan, berita, dan cuplikan berita saham tahun 70 an. 

3. Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Jadul: The Cure for Insomnia (1987)

Stars: Cosmic Lightning, L.D. Groban, J.T.4

 

 

http://terselubung.blogspot.com/

Direktur John Henry Timmis IV benar-benar memiliki rasa humor. “The Cure for Insomnia,” salah satu dari tujuh film terpanjang dalam sejarah, berjalan “hanya” sekitar 87 jam, atau tiga hari dan lima belas jam, dan terdiri dari penyair yang membaca puisi sepanjang 4000 halaman, diselingi dengan adegan porno dan rock and roll. Benar-benar obat yang ampuh untuk penyakit sulit tidur.

2. Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Jadul: Matrjoschka (2006)

Director: Karin Hoerler

Writer: Karin Hoerler

http://terselubung.blogspot.com/

 

Film Jerman ini benar-benar memberikan pengalaman mengerikan selama 95 menit, tunggu ada yang salah maksudnya adalah 95 jam!! Nah, jika Anda tidak ada kegiatan dalam empat hari film ini dapat menghibur Anda dengan gambar seorang anak naik sepeda dengan background rumah yang bergerak sangat perlahan dan gerakan tersebut sangat lambat sehungga tidak terlihat dengan mata manusia.

1. Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Jadul: Cinématon (1984)

Stars: Madame Mirmant, Fabienne Mulliez, Jacqueline Dubois

http://terselubung.blogspot.com/

Ini adalah film terpanjang dalam sejarah. Berapa lama? Oh, hanya sekitar 150 jam. Dan butuh lebih dari 30 tahun untuk membuat film ini. Film Ini juga terdiri dari tiga bagian sketsa diam selama setengah menit. Apakah ada gunanya? Laporan surat kabar Guardian yang memberikan komentar “terlalu berlebihannya sebuah eksistensi dalam percakapan manusia”

(Sumber)

Berita Film Langka, Film Lama, Film Klasik, Film Jadul, Film Lawas

Aktor Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Jadul, Film Lawas:

Charlie Chaplin

Sir Charles Spencer Chaplin, Jr. KBE (lahir di East Street, Walworth, London, 16 April 1889 – meninggal di Vevey, Swiss, Swiss, 25 Desember 1977 pada umur 88 tahun), atau Charlie Chaplin, adalah aktor komedi Inggris yang merupakan salah satu pemeran film terkenal dalam sejarah Hollywood di era film hitam putih, sekaligus sutradara film yang sukses. Aktingnya di layar perak menjadikan Charlie Chaplin sebagai salah satu artis pantomim dan badut terbaik yang sering dijadikan panutan bagi seniman di bidang yang sama.

Chaplin adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dan paling kreatif di era film bisu. Di dalam film-filmnya, Chaplin dikenal suka merangkap-rangkap, mulai dari peran utama, sutradara, penulis naskah, hingga pengisi ilustrasi musik. Karier di dunia hiburan berlangsung selama 65 tahun, dirintisnya sebagai pemeran cilik di panggung zaman Victoria dan pertunjukan komedi music hall di Inggris, dan terus berkarya hingga sebelum meninggal di usia 88 tahun. Kehidupan Chaplin penuh pasang surut, mulai dari masa kecil yang dibalut kemiskinan, hingga tiba di puncak ketenaran bintang Hollywood sekaligus simbol budaya. Kehidupan pribadinya yang gemerlap mengundang banyak sanjungan sekaligus kontroversi.

Di dalam film-filmnya, Chaplin sering memerankan karakter “The Tramp”, seorang gelandangan berpotongan kumis petak yang memiliki etiket dan martabat seorang bangsawan. Kostum berupa jas kesempitan, celana panjang yang kebesaran, serta ke mana-mana membawa tongkat dan memakai topi tinggi.

Film Lama, Film Langka, Film Jadul, Film Klasik, Film Lawas

Film Lama, Film Langka, Film Jadul, Film Klasik, Film Lawas

Masa kecil

Charlie Chaplin lahir tanggal 16 April 1889 di East Street, daerah pasar yang ramai di Walworth, sebelah selatan kota London. Kedua orang tuanya yang bekerja sebagai artis penghibur pertunjukan komedi music hall bercerai sebelum Chaplin menginjak usia 3 tahun.

Menurut data sensus tahun 1891, Chaplin tinggal bersama kakak dan ibunya yang bernama Hannah di Barlow Street, Walworth. Sewaktu masih kanak-kanak, ibunya mengajak Chaplin tinggal berpindah-pindah di sekitar Kennington Road, kawasan Lambeth, London.

Ayah kandungnya yang bernama Charles Chaplin Senior adalah keturunan orang Roma, seorang peminum dan hanya sekali-kali saja menghubungi putranya. Ketika ibunya sedang sakit, Chaplin sempat dititipkan di rumah sang ayah yang ketika itu tinggal bersama seorang wanita simpanan. Rumah tersebut ada di 287 Kennington Road, dan sekarang terdapat plakat peringatan yang menyatakan Charlie Chaplin pernah tinggal di sana.

Ketika masih berusia 12 tahun, Chaplin ditinggalkan sang ayah untuk selama-lamanya. Chaplin dan kakak sekandung lain bapak yang bernama Sydney Chaplin menjadi tanggung jawab sang ibu, Hannah Chaplin. Malang tidak bisa ditolak, ibu Chaplin menderita Skizofrenia dan akhirnya harus dirawat di rumah sakit jiwa Cane Hill di Coulsdon.

Chaplin terpaksa tinggal di rumah penampungan orang miskin, bekerja untuk imbalan makan dan tempat berteduh di kawasan Lambeth, London. Setelah tinggal di sana beberapa minggu, Chaplin dimasukkan sekolah asrama penampungan anak terlantar bernama Central London District School di Hanwell.

Kakak-beradik Chaplin berjuang bahu-membahu agar bisa bertahan hidup. Chaplin bersaudara tertarik tampil dalam pertunjukan komedi Music Hall di usia yang sangat dini, dan ternyata keduanya memiliki bakat akting alami. Masa kecil Chaplin yang dikungkung kemelaratan nantinya sangat berpengaruh terhadap karakter yang diperankan dan tema film yang dibuatnya.

Tanpa diketahui Chaplin bersaudara, sang ibu ternyata masih memiliki seorang putra bernama Wheeler Dryden yang dibesarkan ayah kandungnya di luar negeri. Wheeler Dryden, adik sekandung Chaplin ini nantinya bergabung dengan Chaplin bersaudara, dan bekerja untuk studio Chaplin di Hollywood.

Pada tahun 1928, ibu Chaplin wafat di Hollywood, setelah 7 tahun tinggal di Amerika Serikat atas ajakan ketiga putranya yang sudah sukses.

Dunia panggung

Chaplin pertama kali naik panggung pada tahun 1894 sewaktu masih berusia 5 tahun. Tanpa persiapan sebelumnya, di sebuah teater di Aldershot, Chaplin secara mendadak diminta menggantikan ibunya. Sewaktu masih kecil, Chaplin sakit keras dan harus berbaring di tempat tidur selama berminggu-minggu. Di malam hari, ibunya duduk di bingkai jendela, bercerita sambil mendramatisasi kejadian pada hari itu. Chaplin pertama kali naik panggung dengan mendapatkan bayaran setelah bergabung dengan kelompok penari The Eight Lancashire Lads yang mementaskan pertunjukan music halls di Britania. Pada tahun 1900, berkat bantuan Sydney (kakak sekandungnya), Chaplin yang waktu itu berusia 11 tahun mendapat peran sebagai kucing jenaka dalam pantomim Cinderella di London Hippodrome. Pada tahun 1903, Chaplin tampil dalam Jim: A Romance of Cockayne, diikuti peran rutinnya sebagai Billy anak pengantar koran dalam Sherlock Holmes yang terus dijalani hingga tahun 1906. Chaplin tampil berikutnya dalam acara variety Casey’s Court Circus, dan tahun berikutnya sebagai badut dalam kelompok komedi slapstik Fun Factory di bawah asuhan Fred Karno.

Pertunjukan di Amerika

Chaplin pertama kali ke Amerika mengikuti pertunjukan keliling kelompok asuhan Fred Karno dari tahun 1910 hingga 1912. Setelah balik ke Inggris dan berada di sana selama 5 bulan, Chaplin kembali berangkat ke Amerika dan tiba di sana tanggal 2 Oktober 1912. Kedatangan Chaplin yang kedua di Amerika juga masih bersama kelompok Fred Karno. Arthur Stanley Jefferson yang kemudian dikenal sebagai Stan Laurel turut serta dalam rombongan dan menjadi teman sekamar Chaplin di asrama. Laurel akhirnya pulang ke Inggris, tapi Chaplin tetap bertahan di Amerika. Di akhir tahun 1913, produser film Mack Sennett terkesan dengan akting Chaplin yang waktu itu sedang bermain untuk rombongan Karno. Sennet mengontrak Chaplin yang setuju untuk bermain dalam film-film yang diproduksi studio Keystone Film. Film pendek Making a Living, komedi satu reel yang dirilis 2 Februari 1914 merupakan penampilan pertama Chaplin di layar perak.

Perintis dunia sinema

Kid Auto Races in Venice (1914). Film kedua Chaplin dan debutnya dengan kostum Tramp

Film-film awal Chaplin diproduksi pada tahun 1914 di Keystone Studios yang merupakan tempat Chaplin belajar teknik pembuatan film, sekaligus mengembangkan karakter Tramp. Chaplin pertama kali memperkenalkan karakter Tramp kepada publik melalui film keduanya, Kid Auto Races at Venice (diedarkan 7 Februari 1914) dan film ketiganya Mabel’s Strange Predicament (9 Januari 1914).

Di akhir kontrak dengan Keystone, Chaplin sudah bisa menyutradarai dan menyunting sendiri film-film pendek yang dibuatnya. Film-film tersebut ternyata sukses besar. Pada tahun 1915, Chaplin menyetujui kontrak satu tahun dengan studio Essanay. Setelah itu, kontrak bernilai besar untuk selusin film komedi tipe dua reel disepakati Chaplin dengan studio Mutual Film pada tahun 1916. Studio memberinya kebebasan artistik yang nyaris tanpa batas. Dalam dalam jangka waktu 18 bulan, Chaplin berhasil menyelesaikan 12 judul film. Film-film ini nantinya berhasil menjadi film komedi klasik dan tetap masih bisa menghibur hingga sekarang. Di kemudian hari, Chaplin mengenang masa bersama studio Mutual sebagai periode paling membahagiakan dalam kariernya.

Studio Charlie Chaplin (tahun 1922)

Setelah kontrak dengan studio Mutual habis pada tahun 1917, Chaplin menandatangani kontrak produksi 8 film tipe dua reel dengan studio First National. Selain pembiayaan dan distribusi film-film (1918-1923) yang ditanggung studio First National, kebebasan artistik seluruhnya berada di tangan Chaplin. Dengan kebebasan berkreasi ada di tangan, Chaplin membangun studio Hollywood sendiri. Pada periode ini tercipta film-film Chaplin yang tak lekang dimakan waktu, dan masih bisa dijadikan panutan bagi pembuat film yang lain. Film-film yang diproduksi Chaplin bersama First National berupa film komedi dengan masa putar singkat, misalnya: A Dog’s Life (1918) dan Pay Day (1922), ditambah film dengan masa putar lebih panjang, misalnya: Shoulder Arms (1918), dan The Pilgrim (1923). Film Chaplin asal periode ini dengan masa putar standar dan berhasil menjadi klasik adalah The Kid (1921).

Pada tahun 1919, Chaplin mendirikan distributor film United Artists bersama-sama Mary Pickford, Douglas Fairbanks, dan D. W. Griffith. Mereka berempat berusaha melepaskan diri dari sistem monopoli yang dipegang distributor film dan pemilik modal di Hollywood. Usaha ini berhasil, dan kemandirian Chaplin sebagai pembuat film tetap terjamin berkat adanya kendali penuh atas film yang diproduksi di studio milik sendiri. Nama Chaplin terus tercatat sebagai anggota dewan direktur UA hingga pada awal tahun 1950-an.

Seluruh film Chaplin yang diedarkan United Artists bermasa putar standar, dimulai dari A Woman of Paris (1923), diikuti film The Gold Rush (1925) yang nantinya menjadi klasik, dan diakhiri dengan The Circus (1928).

Film-film bisu yang hingga sekarang dianggap sebagai karya terbesarnya, City Lights (1931) dan Modern Times (1936) justru dibuat Chaplin ketika dunia sinema sudah mengenal film bersuara. Di kedua film tersebut, Chaplin mengerjakan sendiri efek suara dan ilustrasi musik. Film City Lights mungkin berisi keseimbangan sempurna antara komedi dan sentimentalitas ala Chaplin. Adegan terakhir film City Lights dipuji kritikus James Agee yang berkomentar di majalah Life tahun 1949 sebagai: “sepotong akting paling hebat yang pernah direkam seluloid”.

Film bersuara karya Chaplin yang dibuat di Hollywood adalah: The Great Dictator (1940), Monsieur Verdoux (1947), dan Limelight (1952).

Film “Modern Times” (1936), Chaplin sedang makan dilayani mesin.

Walaupun pembuat film lain sudah beralih pada film bersuara, Chaplin bertahan untuk tidak ikut-ikutan. Film bersuara sudah dikenal sejak tahun 1927, tapi Chaplin terus bertahan dengan film-film bisu selama dekade 1930-an. Film Modern Times (1936) adalah film bisu, tapi memperdengarkan dialog yang keluar dari benda-benda mati, seperti radio atau pesawat televisi. Chaplin memang sengaja membuatnya seperti itu untuk membantu penonton film pada tahun 1930-an yang tidak lagi terbiasa melihat film bisu. Film Modern Times sekaligus film pertama yang memperdengarkan suara Chaplin (pada lagu yang dipasang di akhir film). Walaupun demikian, film ini masih dianggap film bisu oleh sebagian penonton, sekaligus akhir dari era film bisu karya Chaplin.

Chaplin dikenal sebagai artis serba bisa, koreografi film Limelight (1952) dikerjakannya sendiri, begitu pula lagu latar film The Circus (1928). Lagu berjudul “Smile” merupakan ciptaan Chaplin yang paling terkenal di antara semua lagu yang pernah ditulisnya. Ditulis untuk film “Modern Times”, lagu “Smile” diberi tambahan lirik untuk dinyanyikan Nat King Cole sewaktu ingin diedarkan kembali pada tahun 1950-an. Lagu “This Is My Song” dari film terakhir Chaplin, “A Countess From Hong Kong” berhasil menjadi hit dalam berbagai bahasa pada tahun 1960-an (terutama versi Petula Clark). Film Limelight berisi lagu tema berjudul “Eternally” yang berhasil menjadi hit pada tahun 1950-an.

Ilustrasi musik untuk film Limelight yang dikerjakan Chaplin mendapat nominasi Academy Awards pada tahun 1972. Hal ini dimungkinkan karena pertunjukan perdana di Los Angeles tertunda selama dua dekade.

Chaplin dan Jackie Coogan dalam film The Kid (1921)

Academy Awards

Chaplin memenangkan 2 penghargaan kehormatan Academy Awards. Waktu itu belum ada prosedur audit pemungutan suara, dan penghargaan Oscar yang pertama dibagi-bagikan pada 16 Mei 1929 berdasarkan pembagian kategori yang sangat luwes. Chaplin mulanya dinominasikan sebagai Aktor Terbaik dan Sutradara Komedi Terbaik untuk karyanya The Circus, tapi namanya ditarik kembali dan dewan Academy justru memutuskan untuk memberi penghargaan istimewa untuk “kegeniusan, kemampuan serba bisa dalam akting, penulisan, penyutradaraan, dan produksi film The Circus“. Film lain yang menerima penghargaan istimewa pada tahun itu adalah The Jazz Singer.

Penghargaan kehormatan yang kedua dari Academy diterima Chaplin 44 tahun kemudian pada tahun 1972. Chaplin menerima penghargaan atas “pengaruh tak terhingga yang dibuatnya dan menjadikan film sebagai bentuk seni abad ini”. Chaplin keluar dari pengasingannya untuk menerima penghargaan ini. Setelah Chaplin menerima penghargaan, para hadirin berdiri memberikan sambutan tepuk tangan selama 5 menit penuh yang hingga sekarang tercatat sebagai standing ovation terlama sepanjang sejarah Academy Award.

Chaplin juga pernah masuk nominasi sebagai penerima penghargaan Academy untuk Aktor Terbaik, Skenario Asli Terbaik, dan Film Terbaik untuk karyanya The Great Dictator, tapi gagal. Film Monsieur Verdoux (1947) juga pernah dicalonkan sebagai Skenario Asli Terbaik, namun lagi-lagi gagal meraih penghargaan. Sewaktu masih aktif sebagai pembuat film, Chaplin pernah menyatakan ketidakpuasannya pada Academy Awards. Putranya yang bernama Charles Jr. bercerita tentang tindakan Chaplin menjadikan penghargaan Oscar yang diterimanya pada tahun 1929 sebagai pengganjal pintu yang menjadi sebab kemarahan dewan Academy pada tahun 1930-an. Hal ini mungkin menjadi alasan film City Lights sama sekali tidak pernah masuk nominasi, padahal berbagai hasil jajak pendapat sepakat film ini sebagai salah satu film terbesar dalam sejarah layar perak.

Di usia lanjut, Chaplin pernah memperoleh Academy Award yang didapatnya dari hasil kompetisi dan bukan secara kehormatan. Pada tahun 1973, film Limelight (1952) mendapat penghargaan Oscar untuk Academy Award untuk Ilustrasi Musik Asli (Best Music in an Original Dramatic Score). Chaplin membintangi film ini bersama Claire Bloom, serta tampil secara cameo bersama Buster Keaton yang merupakan satu-satunya penampilan kedua komedian terbesar dalam satu film. Setelah film selesai diproduksi, kecenderungan politik yang dianut Chaplin menyebabkan film Limelight tidak jadi diputar di Los Angeles. Pemutaran di Amerika Serikat baru berlangsung pada tahun 1972, sehingga film ini walaupun diproduksi tahun 1952 berhak masuk nominasi.

Karya terakhir

Dua film terakhir Chaplin dibuat di London: A King in New York (1957) yang dibintanginya sendiri (sekaligus penulis skenario dan sutradara), dan A Countess from Hong Kong (1967) dengan bintang Sophia Loren dan Marlon Brando. Film A Countess from Hong Kong merupakan penampilan Chaplin yang terakhir, tampil singkat secara cameo sebagai awak kapal yang sedang mabuk laut.

Dalam otobiografi berjudul My Life in Pictures terbitan tahun 1974, Chaplin menuturkan bahwa dirinya sudah menulis skenario untuk dibintangi Victoria, putri terkecilnya. Kalau skenario yang diberinya judul The Freak jadi diproduksi, Victoria akan diberi peran sebagai bidadari. Menurut Chaplin, skenario film ini sudah selesai dan latihan praproduksi sudah dimulai (buku ini memuat foto Victoria lengkap dengan kostumnya), tapi produksi dihentikan karena Victoria menikah. Chaplin menambahkan, “Kapan-kapan, pasti aku buat.” Kesehatan Chaplin terus menurun pada tahun 1970-an, dan meninggal sebelum angan-angannya terwujud.

Salah satu karya yang diketahui sebagai karya terakhir Chaplin adalah ilustrasi musik yang ditulisnya untuk memperbarui A Woman of Paris, karyanya yang kurang sukses pada tahun 1923.

Dikelilingi wanita

Charlie Chaplin dan Paulette Goddard dalam film Modern Times (1936). Penampilan terakhir di layar perak bagi karakter Tramp.

Chaplin dikelilingi banyak wanita yang berpengaruh penting dalam hidup dan kariernya. Charlie Chaplin pernah dua kali berlibur di Hindia-Belanda bersama pacarnya. Ia menginap di Grand Hotel Ngamplang di Kecamatan Cilawu, Garut, Jawa Barat. Kunjungan pertama Chaplin ditemani aktris Mary Pickford pada tahun 1927. Kunjungan kedua bersama Paulette Goddard pada tahun 1935.[1] Di Bandung, Chaplin pernah menginap di Hotel Homann ditemani Mary Pickford.[2]

Hetty Kelly

Cinta pertamanya adalah pada Hetty, penari yang ditemuinya di London ketika Hetty masih berusia 15 tahun dan Chaplin 19 tahun. Chaplin tergila-gila dan melamarnya, tapi ditolak. Chaplin memutuskan keduanya untuk tidak saling berjumpa lagi, walaupun keputusan ini membuat hatinya hancur. Hetty tewas menjadi korban epidemi influenza tahun 1918.

Edna Purviance

Chaplin dan aktris lawan main tetapnya, Edna Purviance terlibat hubungan asmara sewaktu memproduksi film-film di studio Essanay dan Mutual dari tahun 1916 hingga 1917. Hubungan mereka tampaknya putus pada tahun 1918, dan keduanya tidak mungkin rujuk sebab Chaplin menikah dengan Mildred Harris pada akhir tahun yang sama. Edna terus berperan sebagai peran utama wanita di film-film Chaplin sampai tahun 1923, dan terus menerima gaji dari Chaplin hingga wafat tahun 1958.

Mildred Harris

Mildred yang berusia 16 tahun menikah dengan Chaplin yang sudah berusia 29 tahun pada 23 Oktober 1918. Pernikahan ini akibat Mildred yang masih di bawah umur mengira dirinya sudah hamil. Di antara keduanya lahir Norman Spencer Chaplin (dikenal sebagai “The Little Mouse”) yang meninggal sewaktu masih kecil. Chaplin dan Mildred bercerai tahun 1920.

Pola Negri

Dari tahun 1922–1923, Chaplin terlibat hubungan dengan aktris Pola Negri yang baru datang dari Polandia untuk memulai karier di Hollywood. Hubungan mereka berdua sangat unik, dan tidak seperti biasanya Chaplin mau terang-terangan membeberkan hubungannya dengan wanita di muka publik. Penulis biografi Chaplin sebagian berpendapat hubungan Chaplin dan Pola adalah semata-mata untuk publisitas.

Lita Grey

Di usia 35, Chaplin berhubungan dengan Lita Grey yang berusia 16 tahun sewaktu persiapan film The Gold Rush. Setelah Lita hamil, mereka menikah tanggal 26 November 1924. Perkawinan menghasilkan 2 anak, aktor Charles Chaplin Jr. (1925–1968) dan Sydney Earle Chaplin (1926–). Perkawinan ini menjadi bencana karena keduanya tidak saling cocok. Chaplin dan Lita bercerai tahun 1928, dan menerima uang tunjangan perceraian yang jumlahnya memecahkan rekor pada saat itu. Chaplin harus membayar 825.000 dolar AS kepada bekas istrinya, ditambah 1 juta dolar AS untuk mengurus perkara ini. Perceraian ini begitu sensasional hingga membuatnya stres, dan diduga sebagai penyebab memutihnya rambut Chaplin. Penulis biografi Chaplin, Joyce Milton menulis dalam buku Tramp: The Life Of Charlie Chaplin.

May Reeves

May mulanya diterima bekerja sebagai sekretaris pribadi untuk menemani Chaplin dalam perjalanan panjang ke Eropa (1931-1932). Tugas May nantinya membacakan surat-surat pribadi yang ditujukan kepada Chaplin, tapi baru sepagian bekerja, May dipertemukan dengan Chaplin yang langsung jatuh cinta. Keduanya menjadi sangat lengket hingga Syd kakak Chaplin jadi sebal. Setelah Syd ikut terlibat asmara May, hubungan cinta segitiga ini berakhir dan May keluar dari rombongan Chaplin. Reeves mengisahkan hubungan singkatnya dengan Chaplin dalam buku The Intimate Charlie Chaplin.

Paulette Goddard

Chaplin terlibat hubungan asmara sekaligus hubungan kerja dengan aktris Paulette Goddard dari tahun 1932-1940. Pada waktu itu, Goddard tinggal di rumah kediaman Chaplin di Beverly Hills. Chaplin “menemukan” bakat Goddard dan memberikannya peran utama wanita untuk film Modern Times dan The Great Dictator. Status pernikahan dengan Chaplin yang tidak mau dijelaskan Goddard membuat namanya dicoret dari calon pemeran Scarlett O’Hara untuk film Gone with the Wind. Setelah berpisah pada tahun 1940, Chaplin dan Goddard mengaku keduanya pernah menikah diam-diam pada tahun 1936. Pengakuan ini kemungkinan dibuat untuk mencegah rusaknya karier Goddard, karena secara pribadi Chaplin pernah mengaku tidak menikahi Goddard secara resmi. Chaplin membayar sejumlah tunjangan perceraian untuk Goddard setelah perkawinan secara hukum adat di antara keduanya berakhir damai pada tahun 1942.

Joan Berry

Chaplin sempat sebentar terlibat hubungan asmara dengan aktris Joan Berry pada tahun 1942. Chaplin ingin memasangnya sebagai peran utama wanita dalam film yang akan diproduksi. Hubungan mereka berakhir setelah Joan mulai menunjukkan gejala sakit jiwa. Keterlibatan singkat Chaplin dengan Joan nantinya banyak membuat repot. Setelah melahirkan anak pada tahun 1943, Joan menuntut Chaplin untuk bertanggung jawab. Walaupun tes darah menunjukkan anak yang dilahirkan Joan bukanlah anak Chaplin, pengadilan tidak menerima tes darah tersebut sebagai bukti. Chaplin diperintahkan membayar dukungan finansial bagi anak Joan.

Oona O’Neill

Sewaktu berperkara dengan Joan Berry, Chaplin bertemu dengan Oona O’Neill, putri Eugene O’Neill, dan menikahinya tanggal 16 Juni 1943. Chaplin di usianya yang ke 54, sedangkan Oona baru 17 tahun. Setelah perkawinan berlangsung, ayah Oona sampai meninggal dunia tidak pernah menghubungi atau mau dihubungi putrinya. Chaplin dan Oona ternyata saling akur, Oona merindukan cinta laki-laki dengan sosok kebapakan, sebaliknya Chaplin haus kesetiaan seorang wanita muda. Perkawinan ini sekaligus digunakan Chaplin untuk mengangkat popularitasnya di mata publik yang mulai menurun. Pernikahan dikaruniai 8 anak, berlangsung lama dan bahagia. Putra Chaplin dari Oona ada 3 orang: Christopher, Eugene, dan Michael Chaplin, serta 5 putri: Geraldine, Josephine, Jane, Victoria, dan Annette-Emilie Chaplin.

Gelar ksatria

Chaplin menerima gelar Knight Commander of the British Empire (KBE) dari Ratu Elizabeth II pada 4 Maret 1975. Nama Chaplin pertama kali diusulkan sebagai penerima pada tahun 1931, dan masuk dalam daftar calon untuk yang kedua kali pada tahun 1956, tapi diveto pemerintah Konservatif yang tidak ingin merusak hubungan dengan Amerika Serikat di tengah ketegangan Perang Dingin dan Krisis Terusan Suez.

Tutup usia

Chaplin wafat di usia 88 tahun dalam tidurnya pada Hari Natal tahun 1977, di Vevey, Swiss. Chaplin dimakamkan di Pekuburan Corsier-Sur-Vevey di Corsier-sur-Vevey, Kanton Vaud, tapi makamnya dipindah di dekat Danau Jenewa setelah pernah dicuri sekelompok orang.

Filmografi

Tanggal rilis ditulis di dalam tanda kurung

Keystone Studios
(*) tidak ditulis/disutradarai Charlie Chaplin
1914

Essanay
1915

1916

1918

  • 50. Triple Trouble (disusun 2 tahun setelah Chaplin keluar dari studio Essanay dari karya Chaplin yang belum selesai)

Lain-lain:

Mutual Film
1916

1917

First National
1918

1919

1920

1922

1923

United Artists
1923

1925

1928

1931

1936

1940

1947

1952

Produksi yang lain
1957

1959

  • 81. The Chaplin Revue (1 September) (Kumpulan film pendek sewaktu dikontrak studio First National: A Dog’s Life, Shoulder Arms, dan The Pilgrim yang disunting Chaplin menjadi film bermasa putar standar).

1967

(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Charlie_Chaplin)

Bintang4

Corat Coret Aktor Film Lama, Film Langka, Film Klasik, Film Jadul, Film Lawas:

Elvis Presley

Awal hidup dan karier

Elvis Aaron Presley (8 Januari 193516 Agustus 1977) adalah seorang penyanyi rock ‘n’ roll legendaris dan terpopuler yang berasal dari Amerika Serikat. Penyanyi sekaligus musisi ternama ini merupakan icon ternama dan terpopuler di dunia musik. Ia juga adalah seorang produser musik dan aktor. Julukannya adalah “Raja Rock ‘n’ Roll”. Berkat lagu-lagunya yang memadukan irama rock ‘n’ roll dengan lagu-lagu ballad, dunia rock ‘n’ roll memperoleh fondasi komersial yang selanjutnya dapat dikembangkan musisi rock ‘n’ roll penerusnya. Pada masa kejayaannya, konser-konser Elvis dihadiri massa (kebanyakan remaja) dalam jumlah yang sangat besar. Gaya, sifat, serta cara berpakaiannya menjadi simbol bagi musik rock ‘n’ roll dan banyak ditiru penggemarnya.

Lahir di East Tupelo, Mississippi, dari pasangan Vernon Presley dan Gladys Love Smith, Elvis tumbuh besar di Memphis, Tennessee. Ia mulai bermain gitar dan bermain di beberapa acara di pusat-pusat perbelanjaan. Elvis yang berusia 10 tahun menyanyikan lagu country Old Sheep. Saat duduk di bangku sekolah menengah, ia bekerja menjadi sopir truk bagi sebuah perusahaan listrik.

Pada musim panas pada tahun 1953, Elvis membayar $4 untuk merekam dua buah lagu di perusahaan rekaman Sun Studios sebagai hadiah ulang tahun bagi ibunya. Pendiri Sun, Sam Phillips, tertarik pada suaranya dan memanggilnya pada Juni 1954 untuk mengisi posisi penyanyi ballad yang sedang kosong. Sesi rekaman tersebut, yang dilakukan bersama dua musisi setempat, Scotty Moore dan Bill Black, awalnya tidak produktif, namun saat sedang istirahat dalam sebuah sesi rekaman pada 5 Juli 1954, Elvis mulai menyanyikan lagu blues karya Arthur Crudup berjudul That’s All Right. Versi Elvis disukai Phillips dan diputarkan di radio di Memphis dan segera menjadi hit di daerah tersebut. Sejak itu ia mulai melakukan tur ke berbagai tempat, termasuk ke luar Tennessee.

Elvis Presley

Manajemen baru

Pada 16 Oktober 1954, ia tampil dalam siaran radio Louisiana Hayride dan menjadi hit bagi pendengar dalam jumlah yang besar. Ia kemudian menandatangani sebuah kontrak satu tahun dan bertemu dengan Tom Parker, yang kelak menjadi manajernya. Hampir setahun kemudian, Tom Parker mengambil alih seluruh tugas sebagai manajer Elvis dan tak lama kemudian, berhasil mendapatkan persetujuan kontrak dengan RCA Records bagi Elvis. Elvis juga menandatangani kontrak Hollywood. Melalui syarat-syarat dalam kontrak, Parker membangun nilai komersial serta citra Elvis yang menguntungkan, contohnya melalui lisensi penggunaan citra Elvis dalam segala macam produk, dari peralatan dapur hingga gitar.

Militer dan Kematian Ibu

Pada Desember 1957, Elvis dipanggil untuk ikut tugas militer dengan Angkatan Bersenjata AS. Ia resmi masuk Angkatan Bersenjata pada 24 Maret 1958, kemudian ditugaskan di Jerman. Sementara pelatihan karate dalam panggilan militernya, ibunda dari Elvis didiagnosis menderita hepatitis dan keadaannya semakin memburuk. Akhirnya sang ibu meninggal pada usia 46 tahun. Setelah itu, Elvis kembali dari militer dan dilepas tugaskan dengan hormat dua tahun kemudian. Sekembalinya dari wajib militer, karya Elvis mengalami penurunan dari segi kesuksesan, di mana salah satu penyebabnya adalah bangkitnya musik Britania/Inggris (British Invasion; The Beatles, The Rolling Stones, dan lain-lain).

Comeback Tour dan kematian

Tempat tinggal Elvis, Graceland.

Ia melakukan comeback Tour yang sukses melalui penampilan televisi pada 3 Desember 1968 berjudul ‘68 Comeback Special. Karier musiknya yang sempat meredup akibat “diganggu” profesi lainnya sebagai aktor dan juga hilangnya peranan dia dalam memilih jenis lagu yang ia mainkan, kembali bersinar setelah ia mendapatkan kesempatan dalam acara tersebut untuk bermain dalam jalur yang paling ia sukai, rock ‘n’ roll. Pada tahun 1969 Elvis mengadakan konser Elvis Live in Vegas 69(dinner show) dengan menggunakan karate suit. Pada tahun 1970 Elvis mengadakan konser That’s the Way It Is(dinner show)di International Hotel,Vegas. Pada tahun 1972 Elvis mengadakan Tour di The Coliseum, Hampton Roads, Virginia,The Coliseum, Richmond, Virginia,The Coliseum, Greensboro, North Carolina,Convention Center, San Antonio, Texas, Roanoke, Virginia dan Dayton, Ohio. Pada tahun 1973 Elvis mengadakan konser ‘Aloha From Hawaii’ via satelite. Aloha From Hawaii adalah konser terbesar Elvis. Akibat kecanduan obat-obat dokter seperti obat tidur, kesehatannya dan penampilannya mengalami penurunan pada sekitar pertengahan 1970-an. Ia tampil untuk terakhir kalinya dalam sebuah konser di Market Square Arena di Indianapolis, Indiana pada 26 Juni 1977.

Pada 16 Agustus 1977, Elvis ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Graceland di Memphis akibat serangan jantung. Saat itu ia berusia 42 tahun.

Kekasih dan istri

Elvis pernah menjalani hubungan cinta dengan beberapa wanita. Salah satunya, Priscilla, kemudian menjadi istrinya (menikah pada 1967 dan cerai pada 1972). Beberapa wanita lainnya dalam hidupnya:

  • Dixie Locke, salah satu pacar terawalnya
  • Anita Wood, pacar Elvis sebelum ia wajib militer di Jerman
  • Ann-Margret, aktris
  • Linda Thompson, putri kecantikan
  • Ginger Alden, pacar Sexynya
  • Lolla Presley, istri Elvis

Film

Elvis tampil dalam 31 buah film yang diawali dengan Love Me Tender pada tahun 1956. Umumnya film-film tersebut adalah film musikal yang dibuat berdasarkan lagu-lagu Elvis. Penampilannya dalam dunia film juga menandai transisi dari penyanyi rock ‘n’ roll menjadi penghibur bercitra baik yang dapat diterima penonton dari semua usia.

Film-filmnya yang dianggap terbaik oleh para kritikus termasuk Jailhouse Rock (1957), King Creole (1958), dan Flaming Star (1960).

(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Elvis_Presley)

Previous Older Entries